salted dreams sugary sea

Monday, 19 March 2018

I'm (seriously) Learning Japanese

こんにちは...!

Somehow, tiba-tiba ada motivasi dahsyat dari dalam sanubari untuk mulai serius belajar bahasa Jepang. Dari yang awalnya hanya wacana sebening roh Kaonashi, sampai akhirnya menjadi tekad seteguh Chihiro-chan. ほほほ Well, sudah 3 hari ini aku menjalankan schedule khusus yang kubuat sendiri, yaitu belajar bahasa Jepang 4 jam dalam sehari. 

Otodidak?
Alhamdulillah ngga, ada Sang Penutur Asli yang jauh disana siap mengajarkan dan ditanyai kapan saja. xD


Aku sadar, ada beberapa something yang menginspirasi dan memotivasiku cukup kuat kali ini, salah satunya adalah buku ini; 

すごい言葉 (Amazing Words). 

Buku ini pemberian dari Sang Penutur Asli tiga tahun yang lalu, dia kirim jauh-jauh gara-gara aku bilang gini, "I really wanna have Japanese book". (Dan akhirnya dikirimin sepaket sama snack-snack enak kwkw). So, aku pengen banget bisa baca buku ini. Ada tulisan romaji-nya sih, tapi bagaimanapun, buatku, ada perasaan-bahagia-tersendiri ketika bisa membaca tulisan kaligrafi Jepang.

Sejauh ini, aku udah bisa mengenali huruf Hiragana dan Katakana. Kadang aku bisa baca dengan mulus, kadang buta huruf trus nyontek catatan. Tapi kalau udah ketemu huruf Kanji, aku skip tanpa hati. xD

Anyway, buku ini bagus, seru, keren, menarik, sampulnya cute.


Motivasi selanjutnya; aku kan hobi banget koleksi (baca: download in illegal way) Anime, dorama Jepang, Ghiburi Movies dan sebangsanya, nah jadi aku mikir, pasti dunia ini akan jauh lebih indah kalau aku bisa menonton semuanya tanpa subtitle. Aku juga suka gemes, pengen ngomong the way kayak mereka ngomong, kayak; Kokkai! xD

Semoga kalau nanti Anime live action-nya Chihayafuru season 3 udah masuk Indonesia, aku udah bisa listening dikit-dikit. Aamiin. 

Catatan di dinding kamar.

Dan masih ada beberapa 'motivasi' lainnya~ 

Intinya, tidak ada ilmu yang sia-sia. Lagi pula, belajar bahasa asing sangat baik untuk mencegah alzeimer dan pikun dini. Semakin berumur, maka kemampuan otak dan memori manusia akan semakin melemah dalam hal belajar bahasa (someone told me this btw). Jadi, belajar hal baik sebanyak-banyaknya, mumpung otak masih encer.


がんばって, ぬな ちゃん!
Wednesday, 28 February 2018

REVIEW: Lulur INDO' LOGO - The Best Traditional Mask So Far~


Hulla lovely readers~ 
Hari ini aku bakal nge-review salah satu produk perawatan kulit brand lokal ternama, yang menurutku: Bagus banget! dan... Guys, abis baca ini, kalian harus pake~

Ta Da... 

LULUR INDO' LOGO
Lulur Hitam INDO' LOGO~

Lulur yang dalam bahasa Bugis dikenal dengan sebutan Bedda' Lotong ini sebenarnya sudah cukup terkenal dan umum digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan sejak zaman dulu, baik digunakan rutin sehari-hari, maupun untuk kepentingan tertentu; seperti luluran pra nikahan dsb. Lulur ini dipercaya mampu mencerahkan, menghaluskan dan membersihkan kulit, karena terbuat dari bahan-bahan alami, dimana bahan utamanya adalah beras.

Sedikit bercerita... 
Aku ingat banget waktu masih kecil, dulu sering liat di sudut kamar mandi ada 'pasta' berwarna hitam pekat yang dimasukkan ke dalam wadah plastik bundar, bekas tempatnya sabun colek Wings. xD Awalnya aku pikir itu sejenis abu gosok untuk bersihin wajan kwkwk, tapi mamaku bilang, itu untuk bersihin badan kalau mandi. Karena waktu itu aku masih anak-anak, yaa aku cuekin aja pasta hitam itu, agak ngeri soalnya warnanya hitam, kasar dan aromanya belum bisa ditolerir oleh anak seusia Sekolah Dasar. Hwehehe.

Kemudian di tahun 2012, kakakku luluran pakai lulur tradisional ini menjelang nikahan. (kalau di Sulawesi Barat namanya Lulur Mandar, tapi sebenarnya sama aja) Aku juga pake, dan itu kali pertama aku benar-benar merasakan manfaat lulur hitam ini. Tapi karena kemasannya ribet, trus belinya mesti blusukan di pasar tradisional dan kadang ada kadang ngga ada, akhirnya aku udah ga pernah pake lulur ini lagi.

Sampai aku ketemu brand INDO' LOGO di tahun 2014 waktu lagi gencar-gencarnya nyari sponsor buat ke program SSEAYP. Aku langsung excited banget, ternyata pasta hitam pekat a.k.a Lulur Hitam ini udah ada yang dikemas rapi dan modern! 

Kesan pertama: Packagingnya bagusssss! 

Yes... Buat aku, packaging itu faktor penentu yang sangat penting! Ini aku berbicara soal skincare yaa~~ hehe

(By the way, Ownernya baikkk banget, namanya Kak Tiwi. Waktu aku masukin proposal sponsorship ke CV. INDO' LOGO Enterprise, langsung di accept gitu dan kami dikirimin produk banyaaak banget, sampai ngga bisa dibawa semua ke SSEAYP gara-gara over bagasi xD)

Lanjut~

Nah jadi Lulur Hitam INDO' LOGO ini ada dua jenis:
  1. Masker Wajah (tekstur halus) kemasan 100gr
  2. Lulur Badan (tekstur kasar/scrub) kemasan 300gr
Komposisi Lulur Hitam INDO' LOGO

Untuk komposisinya sendiri, produk ini dijamin alami loh guys, dan sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. Karena daftar komposisi di kemasan bahasanya internazionale banget, (iya dong, kan persiapan menembus pasar internasional!) aku sampai nyari arti dan manfaatnya di Google. Hehehe. Jadi Lulur Hitam INDO' LOGO ini dibuat dari:
  1. Beras, siapa sih yang tidak tahu manfaat beras untuk kulit? Kalau yang sering pakai skincare dari Jepang, pasti tidak asing lagi dengan produk-produk kecantikan yang berbahan utama beras. Yapp, beras sangat baik untuk mencegah penuaan dini, memperkecil pori, memutihkan kulit, mengatasi jerawat, dan masih banyak lagi. 
  2. Ekstrak Kunyit, ternyata kunyit juga sangat baik untuk perawatan kulit loh guys, manfaatnya bisa menghilangkan bekas luka/jerawat, stretchmark dan mengangkat sel-sel kulit mati. 
  3. Ekstrak Lemon, nah Lulur Hitam INDO' LOGO ini juga mengandung vitamin C dari buah lemon. Udah pada tahu dong kalau vitamin C sangat baik untuk mencerahkan kulit dan mengatasi minyak berlebih?
  4. Ekstrak Daun Pandan, ini juga bahan yang sangat berfaedah ternyata, aku kira pandan itu cuma buat bikin pewarna makanan hijau buat warnain pisang ijo, hehehe~ ternyata ekstrak daun pandan juga sangat baik untuk kulit dalam mengatasi jerawat dan komedo, serta sebagai relaksasi dan penghilang stress. wow!
  5. Air
Well, karena udah pada tahu komposisi dan manfaatnya, saatnya maskeran~~~ Aku mulai dari Masker Wajah yang bertekstur halus ini. Aku penasaran banget, soalnya dulu waktu terakhir pake produk INDO' LOGO, belum ada masker halusnya.

Masker Halus INDO' LOGO

Jadi seperti yang kalian lihat di gambar, masker halus 100gr ini dikemas aman dalam sachet dan dus kecil. (Btw maap, itu aku pakai tempat makannya ponakanku waktu masih bayi, hehe.) Setelah aku tuang ke wadah, ternyata emang teksturnya haluuuuus banget, kayak lotion, beda jauh sama pasta hitam yang mewarnai masa kecilku dulu kwkwk. 

Kesan kedua: maskernya wangiiiiiii~

Zoomin'

Menurutku, maskernya bernuansa aroma terapi gitu, aku pakai ini jadi laper plus ngantuk saking nyamannya wehehe xD So, biar hasilnya maksimal, saran pemakaian masker ini adalah:
  1. Basahi wajah dengan air.
  2. Sapukan masker ke wajah dengan merata dan agak tebal. (tapi jangan ketebelan juga yah guys, dan hindari area alis, kumis kalau berkumis, dan kantung mata)
  3. Tunggu 20-30 menit sampai masker mengering.
  4. Dan terakhir, bersihkan masker~ FYI, ada dua cara untuk membersihkan masker, boleh langsung dicuci dengan air (wash-off), dan buat yang lebih suka tantangan, boleh dengan cara menarik masker (yang udah kering) dengan cepat (peel-off).
  5. Gunakan rutin 2-3 kali seminggu. 
Kali aja abis ini oppa Min Ho langsung keluar dari poster dan nembak akyu~

Karena aku orangnya kadang(?) suka tantangan, aku pakai cara peel-off~ Menurutku, ternyata pas maskernya ditarik, rasanya tuh ngga sakit sakit amat kayak masker n*****o. Malah enak, rasanya perih perih menantang gitu xD dan seiring masker ditarik, rasanya dosa-dosa wajah ikut keangkat semua. Hahaha.

Kesan ketiga: Seriously it's satisfying!

Peace! Team maskeran-pake-tangan

By the way, masker yang aku tuang ke wadah itu fix kebanyakan, jadi sisanya aku oles ke leher, sikut, lutut dan betis deh. Karena walaupun masker halus ini direkomendasikan untuk wajah, sebenarnya fungsi utamanya tetap sebagai lulur, jadi mau dipakai ke wajah ataupun seluruh badan, bisa banget~

Sealed~

Nah, setelah digunakan, kan maskernya masih banyak tuh, buat kalian yang bingung cara nyimpennya gimana biar aman, saranku, kemasannya dilipat-lipat aja terus dilakban deh. Kalau mau pakai lagi, buka lakbannya, trus dilakban lagi. Gitu aja terus sampai lakbannya abis, eh maksudnya, sampai maskernya abis xD ngeri amat yah pake lakban, itu maksudku pakai selotip guys~

And next, saatnya cobain yang Lulur Badan~

Lulur Badan INDO' LOGO
Lulur scrub INDO' LOGO ini udah pernah aku pake, komposisinya sama dengan yang masker halus, teksturnya saja yang beda.

Kalau soal packaging, lulur ini juga terbilang unik. Walaupun kemasannya berupa pot, tetapi lulurnya tetap disimpan di dalam sachet plastik. Menurutku, ini ada dua manfaat: konsumen diberi kebebasan untuk memilih mau menyimpan lulurnya di dalam pot atau tetap di-keep di plastik, dan produsen ingin menjamin produknya tetap steril dan praktis saat digunakan. 

Aku sih memilih untuk keep lulurnya di dalam plastik, soalnya lulur ini super sticky dan bikin gemas bisa diunyel-unyel(?) gitu kayak squishy. Serius deh, sebelum luluran, aku main squishy dulu beberapa menit pake lulur ini, soalnya empuk hahahhaha. (maap netijen, I'm an amateur beauty blogger)

Squishy :3

Karena teksturnya yang kasar, aku ngga rekomendasikan ini buat dipakai ke wajah ya guys, mengingat kulit wajah lebih tipis dan sensitive, takutnya kalau terlalu bersemangat pake ini di wajah, muka kalian jadi merah-merah gitu kayak abis dikerok. kwkwkw

More Detail

Cara pakainya pun sama, yaitu dengan membasahi badan terlebih dahulu, sapukan lulur secara merata, tunggu sampai mengering, kemudian bilas. Karena mandi pakai lulur ini udah bikin kulit bersih dan wangi, jadi udah ga perlu pakai sabun lagi guys~ selain itu, Lulur Hitam INDO' LOGO tidak masalah jika digunakan setiap hari. Bahan-bahannya yang alami menjadikan produk ini tidak memiliki efek samping, justru sangat dianjurkan untuk dijadikan  sebagai pengganti sabun. 


Yuhuu~
Fakta yang tidak kalah menarik dari lulur hitam ini adalah, walaupun sudah mengering di kulit, kalau dibilas lulurnya sangat mudah terangkat. Jadi kita ngga usah susah payah lagi menggosok sana sini buat bersihin lulurnya. Selain itu, waktu pakai ini (masker wajah), lulurnya belepotan banget di bajuku, awalnya aku pikir bakal ada noda or something gitu, eh ternyata ngga, sekali siram, bajuku langsung bersih lagi. Hehehe terbukti ngga pakai bahan kimia/pewarna sama sekali~

Well, manfaat yang kulitku dapat dari Lulur Hitam INDO' LOGO bisa dibilang pas dengan tagline lulur ini, "Halus dan Cerahnya Alami". 

Untuk masker wajah, aku sukaaa banget. Pertama kali pakai komedoku langsung berkurang, wajahku juga terlihat lebih cerah, halus dan kencang. Kemudian untuk lulur badan, kulitku benar-benar terlihat lebih cerah, bersih dan lembab. Area belang oleh sengatan sinar matahari juga terlihat membaik. Aku penasaran gimana hasilnya kalau aku rutin pakai ini selama 3 bulan. So untuk re-purchase, aku YES. Hohoho

Selain untuk perawatan normal seperti yang udah ku ulas di atas, Lulur Hitam INDO' LOGO ini juga memiliki manfaat yang lebih spesifik loh, like:
  1. Baik digunakan sebagai masker peel-off komedo. 
  2. Bisa untuk membersihkan/mencabut bulu halus di wajah.
  3. Ampuh mengatasi jerawat. Caranya, totol pada jerawat dan diamkan selama 5 menit, lalu bilas. Lakukan setiap hari sampai jerawatnya kempes.
  4. Sangat baik untuk kulit berminyak, sensitif dan pemakai krim wajah.
<3

Yeay~ jadi itulah review, random tips dan testimoni dariku untuk pemakaian Lulur Hitam INDO' LOGO yang udah aku buktikan sendiri. 
This product has an affordable price tho! Untuk Lulur Badan harganya Rp. 120k/pot dan Masker Wajah cuma Rp. 50k/pcs. Buat kalian yang mau cobain produknya bisa beli di instagram @officialindologo ~ Berita baiknya, Cabang Lulur INDO' LOGO sudah tersedia di beberapa kota besar se-Indonesia loh!

Well, this is the best traditional mask so far <3


Bu bye~

Wednesday, 3 January 2018

Expirable SSEAYP Stuff that I Still Keep

"Selamat datang tahun 2018, Selamat tinggal tahun 2017"~

Penggalan puisi di atas mungkin sangat akrab di telinga anak-anak 90-an semasa SD. Sedikit bernostalgia, pada zaman dahulu kala setiap pergantian tahun, bapak ibu guru kadang memberi tugas mengarang puisi, yang judulnya ya kalimat itu tadi. Jadi tiap tahun cuma angkanya aja yang diganti. Kwkwk

Apakah ini juga ada di zaman SD kalian?   


Well... berbicara soal benda kadaluarsa (lah kapan lu berbicara soal itu?), Tadi pas bersih-bersih lemari, aku nemu beberapa barang-barang SSEAYP yang ternyata masih aku simpan sampai tahun ini, 2018. Hanya karena alasan 'sayang untuk dimakan' dan 'terlalu lucu', snack Jepang yang seharusnya aku makan 4 tahun yang lalu itu masih tersegel rapi dan tersimpan dengan aman sentausa di dalam sebuah kontainer kecil. 

Time does fly :')

Sejak pertama liat permen ini di JPY Snack Party,
aku udah nggak ada niat untuk makan.
Aku maunya koleksi aja gitu selama-lamanya,
soalnya gemes banget liat kelucuan permen ini.
Aku juga tidak sampai hati kalau harus merusak packagingnya.
Terakhir aku ingat-ingat, tanggal kadaluarsanya tuh masih lama.
dan entah karena emang waktu cepat banget berlalu, shock dah pas liat tanggal expirenya, 

tiga tahun lalu banget :')
Syukurlah aku udah sempat cobain permen ini, rasanya manis.
Tapi yah menurutku, permen ini lebih manis di mata dari pada di lidah xD

Yang ini bikin aku lebih shock lagi. Ternyata aku masih simpan Nori ini di dalam notebook. Yapp, waktu di kapal aku sempat jadiin ini bookmark. xD
Aku dulu tiap hari makan ini, enak dan original taste! Kadang nyelipin di kantong A1 buat kucemil nanti. Lol
Ga perlu nyari tanggal expirenya, dari warnanya aja yang dari ijo berubah jadi coklat udah bikin ngeri. Walaupun plastik pembungkusnya masih sempurna, p
asti banyak banget bakterinya. Ini rumput laut Legend. Aku yakin ini satu-satunya Nori Ms. Nippon Maru tahun 2014 yang masih tersisa :') Pokoknya aku ngga mau buang ini. T^T

Next, puding matcha...
Sedih karena ini pure kelupaan dimakan. T^T
Ini juga aku comot di JPY Snack Party. 
Pengen rasanya masuk ke lorong waktu dan kembali ke beberapa bulan sebelum pudingnya expire. Pasti ini enak banget 4 tahun lalu.
Atau jangan-jangan maksudnya itu expired tanggal 15 Januari 2029???
*positive thinking*

Obat kumur lucu ini juga masih ada, dibagikan pas hari pertama di Tokyo.
Aku cuma pakai satu kali selama di kapal, soalnya aku udah bawa Listerine greentea yang menurutku lebih menyegarkan.
By the way ini expire bulan Mei tahun ini.
Ada yang mau kumur-kumur ambassador??

Selanjutnya Hand Cream by Kiss Me yang aku beli di sebuah toko di Asakusa.
Jadi, beberapa hari setelah tiba di Jepang, tanganku terkelupas parah karena kering.
Padahal waktu itu masih Autumn, gimana kalau aku adaptasi Winter yak? Mungkin aku sudah ganti kulit seluruh tubuh. Kwkwk.
Well, aku suka banget sama hand cream ini, aromanya kayak obat gitu and it's really works well! Telapak tanganku yang bak kena azab jadi lembab dan perlahan ganti kulitnya berhenti. Sampai sekarang aku masih simpan hand cream ini, ga ada tanggal kadaluarsanya. Apa itu berarti, aku bisa pakai ini selama-lamanya? :')

Lagi-lagi ini mubajir gara-gara disayang-sayang trus lupa dipake. T^T
Ini salah satu dari sekian produk sponsor yang dibagikan di kapal Nippon Maru.

Kalau tidak salah ini baru aku pakai sekali, itupun cuma dituang ke tangan doang biar tahu baunya kayak apa.
Sea Breeze, dari namanya aja udah kelihatan seger banget kalau dipakai tiap mandi. Namun apa daya, sudah 4 tahun berlalu, warna airnya terlihat keruh dan menggumpal di dasar botol.
Ah dasar Nuna.

Water in Lip by Shiseido. Ini wajib punya kalau di Jepang.
Aku beli di Asakusa juga, alasan beli: karena lucu xD
Dan selain itu, lip balm yang aku punya sama sekali tidak mempan mengatasi bibir pecah-pecahku yang udah kayak sawah pas paceklik(?)
And of course, lip balm Shiseido ini bagus banget. Lembabnya tahan lama dan wanginya juga enak. Iya, 4 tahun yang lalu~

Last but not least, masih dari brand terkemuka milik Jepang, Shiseido ~
Jadi yang baru liat, ini namanya FWB, Fullmake Washable Base.
Ini tuh sejenis cream yang digunakan sebagai base make-up, yang jikalau diapply, make-up semenor apapun akan jadi washable banget, alias bisa hilang dalam sekejap hanya dengan dibasuh air. Dan... sudah kubuktikan sendiri ^0^
Ini kemasan sample yang juga merupakan gratisan dari sponsor. Untung setengahnya sudah kupakai, masih ada 3 sachet tersisa, yang lagi-lagi, sudah expired.

Jadi itulah daftar barang-barang legend peninggalan program SSEAYP tahun 2014, yang pada waktu bernilai guna tinggi, aku tidak tega gunakan, dan pas jadi 'syampah', aku tidak tega buang.
Biarlah ini kusimpan selamanya, dan menjadi saksi bisu akan kenanganku (dan kebiasaanku mengoleksi benda-benda lucu) semasa jadi IPY~
Saturday, 1 July 2017

Oh... Begini Ya Jadi Anak Kost

Bekerja di sebuah kota besar, jauh dari rumah dan keluarga memang selalu menyimpan cerita unik dan pengalaman tersendiri.
Iya, ter-sendiri... xD

Sebelumnya, aku belum pernah yang namanya tinggal di kost-kostan, hidup bertetangga dengan orang-orang baru, dimana toilet, dapur serta tempat jemuran digunakan sebagai fasilitas bersama. 

Aku juga belum pernah punya Ibu Kost sebelumnya (ya iyalah, kan pertama ngekost!). Dari legenda-legenda yang pernah aku dengar tentang ke-galak-an seorang Ibu Kost, setelah hari ini aku yakin bahwa ternyata legenda-legenda itu memang bukan hanya sebatas isapan cerpen belaka. They are exist!

Kalau Ibu Kost ku, dia seorang wanita berusia sekitar 60-an tahun, etnis Tionghoa, disiplin, perfeksionis dan sangat mengedepankan kebersihan. 

Dia bisa merasakan sebutir debu berukuran sepersekian nanometer yang dia injak saat melintas di depan kamarku, atau setitik air yang lupa dilap di teras jemuran. Dia juga mempermasalahkan rambut-rambut jatuh yang terjebak di saluran air lantai kamar mandi. Dan yang paling luar biasa adalah, hanya dengan mendengar suara frekuensi kloset-disiram-air dari lantai bawah, dia bisa mengetahui siapa yang sedang berada di dalam toilet, karena katanya, style menyiram kloset kami berbeda-beda. 

Ah, di dalam toilet pun harus behave saat menyiram kloset. lol

Dia kadang berkomentar tanpa ampun, tetapi dengan cara manusiawi sehingga para penghuni kost tetap hidup dalam damai.


Pada suatu malam, hanya aku penghuni yang stay di kostan. Saat keluar kamar, aku mendapati Ibu Kost sedang termenung sendirian di teras berhiaskan jejeran jemuran yang masih basah. Aku mendekat dan menyapanya, lalu obrolan panjang pun tak terelakkan.

Ah, ternyata Ibu Kost ku yang super strict ini nyambung diajak gibah xD

Dia menceritakan semua kisah yang bisa dia ceritakan. Mulai dari awal mula merintis usaha kost-kostan, masa-masa sulit saat tidak ada uang dan harus meminjam ke saudara, cerita pilu saat anak kost paling setianya ternyata hamil (yang ini sambil nunjuk orangnya langsung yang kebetulan sedang lewat di depan gang), juga pengalaman saat kedatangan calon penghuni yang tidak sesuai dengan nalarnya.

"Nuna, masa itu anak gadis bilang, bu boleh ngajak pacar nginap disini kan?" woyy xD
"Saya bilangi... Itu orang tuamu di kampung setengah mati cari uang bayarkan sekolahmu, tapi kau malah rusak-rusak dirimu disini..."

Dialek dan ekspresinya yang khas membuatku ngakak tak terkontrol dalam hati, sambil manggut-manggut setuju dengan tindakannya. Benar... seperti inilah seharusnya karakter seluruh ibu-ibu kost yang ada di muka bumi... Melindungi moral anak bangsa.

Aku kagum dan mulai sayang sama Ibu Kost ini, semua peraturan ketat yang dia buat semata-mata demi kebaikan bersama. Dan tenyata tidak sulit mengambil hatinya, hanya dengan menjadi pendengar yang baik malam itu, hari-hari selanjutnya dia menjadi lebih ramah dari sebelumnya. Yaa tetapi tetap, tidak boleh ada pasir di depan kamar.

Sekian tentang Ibu Kost andalanku <3

Berikut aku share potret-potret kehidupanku selama nge-kost.
Selama ada isi dompet dan bisa masak, semua akan aman-aman saja dan segalanya menjadi kesenangan tersendiri.

Iya, ter-sendiri~

Ini waktu unboxing barang-barang di hari pertama. 
Dibantuin pindahan sama adek Nurul, teman kantor hoho
Kamarku~ Rp. 500ribu perbulan (sudah termasuk air) + sewa kasur 15ribu
belum termasuk voucher listrik, sampah, dan biaya kebersihan bulanan.
Kitchen Set
Ini punya Kak Ame, aku sempat cobain dikit. Sejenis micin dari jamur khusus vegetarian.
Makanan jadi lezat. Tapi aku cari label halalnya kok ga ada!?
Olive oil biar tetap sehat dong~        Belum ada rice cooker xD
Menu andalan Anak Kost HQQ
Ngga sengaja banget jatuhin telor ke lantai xD ini diplester aman kan? haha
Kadang niat masak, kadang beli, kadang pasrah.
Siang-siang panas ga ada AC, makan Ice Cream pun jadi.

Tuesday, 12 July 2016

Unconditional Photographer

Empat tahun berprofesi sebagai freelance part-time fotografer di kota Majene, cukup membuatku paham dan akrab dengan manis asam asinnya kehidupan menjadi seorang Tukang Foto. 

Alhamdulillah aku sudah AGAK dikenal baik di kota ini sebagai seorang fotografer perempuan, yang Alhamdulillah (lagi), dipercaya selalu berusaha menciptakan foto terbaik demi membahagiakan klien. 

Entah dosa apa, aku sering banget dapat rejeki orderan motret tiba-tiba. 

Dapat telepon pas lagi setengah bobo siang, 
"Nuna, hari ini motret bisa?"
"Bisa, jam berapa kak?"
"Sekarang."
"..."

Begitulah bunyinya~
Padahal sebagai seseorang (yang berusaha menjadi) profesional, seharusnya membuat janji minimal sehari sebelumnya kan...? Namun sepertinya itu hanya sistem khayalan belaka dan tidak berlaku bagiku. Jadwal motretku sudah diatur sama Yang Di Atas, dan aku harus selalu siap dalam kondisi apapun.


Minggu lalu di bulan Ramadhan ini, aku menerima job motret pre-wedding yang ketika di lokasi, situasi dan kondisinya benar-benar menguji kewarasanku. Aku sudah sering berada di situasi seperti itu, tetapi untuk sesi foto kali ini, aku akui ini tantangan tersulit.

Bukan kesalahan klien, melainkan aku yang sampai sekarang memang belum memiliki peralatan fotografi yang lengkap. Aku bahkan tidak punya flash external, sejak flashku dihilangkan oleh rekan fotografer beberapa waktu yang lalu. T^T

Jadi, klienku ini bermaksud melakukan foto prewedding di sebuah villa pada sore hari. Aku beri saran untuk ready dan start tepat pukul 15.00 WITA agar pencahayaannya bagus dan hasilnya maksimal. Namun ternyata takdir berkata lain, klienku masih bergelut perihal perkara salon pada jam-jam rawan sekitar pukul 4.00 pm, dan baru beres di make-up pada pukul 5 sore. xD 

Ya sudah, hal ini memang hampir selalu terjadi. Aku ikhlas dan memanjatkan doa dalam hati, semoga hari ini sang surya bersinar lebih lama di langit.

Tiba di lokasi, aku terperangah kaku karena baru tahu kalau ternyata kami akan melakukan 3 (tiga) sesi pemotretan, dan klien sudah menyiapkan tiga kostum yang berbeda. Juga karena salah satu dari mereka harus kembali ke luar kota untuk bekerja esok hari, foto sesi pre-wedding ini harus selesai hari ini juga.

Dari pada mimisan tak berujung, aku memilih memancarkan senyuman maut. xD

Indoor Session
Setelah semuanya siap, kami pun akhirnya start pada pukul 5.20 pm. Syukurlah klien kali ini cukup fotogenic, tidak kaku dan mampu berekspresi serta bergaya suka-suka tanpa harus diarahkan setiap saat. 

Ini adalah 'mengejar matahari' dalam artian yang sesungguhnya, dan tentu saja aku memaksimalkan jepretan demi jepretan di sesi outdoor ini agar sekiranya mendapat pencahayaan yang... tidak terlalu mengundang dunia per-photoshop-an. Kalau di sesi indoor nanti, ah aku pasrah xD urusan nanti diurus nanti.

Entah ini pengaruh keroncongan karena puasa, atau memang karena terdesak cahaya matahari yang sudah on the way ke barat, sesi outdoor berhasil aku selesaikan dengan sangat cepat. Hanya bermodalkan Canon 1100D dan strap-nya sebagai aksesoris tambahan satu-satunya, Alhamdulillah hasil fotonya sesuai dengan keinginan klien. Yeay!

Outdoor session
Setelah berganti kostum (yang memakan waktu lebih lama dari sesi fotonya), tiba saatnya melakukan pemotretan sesi indoor.

Pukul 5.50 pm, tanpa cahaya matahari, tanpa flash... Yang ada hanya secercah cahaya lampu-lampu mewah nan remang dalam ruangan lobi villa itu.

Tidak rela jika hasil fotonya terlihat standar, disituasi sangat tidak berstandar ini, aku memilih untuk kekeuh 'membanting' ISO dan ‘memutar’ otak dari pada harus memakai flash kamera internal sebagai jalan pintas. Itu karena aku tidak akan suka hasilnya dan tidak bersemangat untuk itu. Toh ada noiseware dan tools penolong fotografer lainnya. Yang terpenting adalah, gambarnya tajam dan fokus. #Sikap

The Sibukers Crew
Bagaimanapun, kebahagiaan klien tetap nomor satu, dan itu adalah bayaran yang lebih mahal dari sekedar selebaran rupiah. (Aku tidak bilang ini gratis kwkw) Tetapi jika kliennya tidak suka dengan hasil fotonya, rasanya tidak enak untuk menerima bayarannya. hehehe

Untuk kesekian kalinya... Alhamdulillah. Momok paling menakutkan bagi setiap insan fotografer, memotret indoor di malam hari tanpa flash akhirnya berhasil aku lewati dengan baik. Sebaik aku menghadapi dan menerima semuanya dengan senyum semangat. Aku yakin setelah ini, tidak akan ada lagi penghalang untuk setiap sesi pemotretan pre-wedding perihal pencahayaan, yang lebih berat daripada ini. Asal jangan minta sesi underwater saja. xD

The best 'indoor' result. Terima kasih Photoshop :')
Semoga berbahagia!
Tuesday, 2 June 2015

PYs Home ~ MS. NIPPON MARU 日本丸

Halo~
Kali ini aku mau share foto-foto Kapal Nippon Maru yang kami (PYs) sebut HOME ini. Kenapa HOME? Karena Nippon Maru adalah tempat tinggal dan tempat bertemunya para PYs, tempat yang sangat nyaman, tepat paling menyenangkan, tempat penuh harapan, tempat penuh cinta dan Nippon Maru adalah tempat untuk kami kembali mengenang semua memori pengalaman sekali seumur hidup, itu :')


Sesuai dengan namanya, Ms. Nippon Maru adalah sebuah kapal pesiar milik dan buatan Jepang. Kapal ini dibuat pada tahun 1990, dimana panjangnya adalah 166m dan sisi terlebarnya 25m. Jadi setiap tahun pada musim gugur, Nippon Maru berlayar membawa 330 Participant Youths SSEAYP se-ASEAN dan Jepang.

Entah harus mulai dari mana, lantai berapa, venue apa, aku bingung. Yang pasti, tulisan ini akan membangkitkan khayalan kalian tentang perjalanan berlayar dengan sebuah kapal pesiar~ ^0^

Here we go!

Okay, aku mulai dari foto bagian haluan kapal Nippon Maru.
Ini di luar ekspektasiku sih, kupikir di kapal bakal bisa phose titanic-titanican,
tapi ternyata tidak, soalnya yang boleh kesana cuma kru kapal. xD
Btw, aku jepret foto ini waktu kapal udah tiba di Jepang lagi,
sehari sebelum program berakhir. T^T
(ya elah baru foto pertama udah baper) 


Selanjutnya venue Dolphin Hall yang ada di lantai 4.
Ini aula utama dilengkapi panggung, tribun dan piano, dimana aktivitas di atas kapal sebahagian besar (terutama kegiatan-kegiatan penting) dilakukan di tempat ini.
Seperti flag hoisting, national presentation, festivals, morning assembly, morning exercise etc.


Ini lampu di Dolphin Hall yang penuh kenangan kalau kita ada di bawahnya,
kita bisa mirror selfie, tapi jangan keterusan yah, nanti sakit leher :p

Nah kalau yang ini namanya Vista Spot.
Ini venue favoritku di lantai 4, soalnya semua hal bisa aku lakukan disini.
Bisa istirahat, bisa ngemil diam-diam, bisa laptopan,
bisa latihan menari dan bisa tidur sejenak.
Aku juga menghabiskan malam terakhir SSEAYP disini :')


Ini Umi Lounge. Salah satu venue paling asyik untuk bercengkerama dengan teman-teman PYs. 
Banyak meja dan kursi untuk santai, dan disini boleh bawa cemilan! hehehe
Di Umi Lounge juga ada piano, sayangnya aku ga bisa main piano~


Ini Midship Bar yang ada tepat di sebelah Umi Lounge di lantai 6.
Kalau malam disini rame, banyak yang minum-minum.
Tapi mereka yang minum aja ya, kalau yang ngga minum ya nggak minum. Hehe


Next, ini tempat yang selalu kutunggu-tunggu untuk aku datangi buat nonton bareng Dolphin. 
Yup, Mermaid Theatre.
Bioskop mini ini juga ada di lantai 6. Tempatnya fun banget kalau lagi nonton rame-rame, 

apalagi kalau yang dinonton film komedi. 
Ah jadi ingat sesuatu~~~ XD

Kalau yang ini Oasis Studio. Satu sisi ruangan ini adalah cermin, 
jadi cocok banget buat dandan dan narsis-narsisan latihan menari dan sebagainya.
Kami IPY sempat latihan menari Liko Pulo disini, cukup berfaedahlah cermin raksasanya dalam menyelaraskan gerakan kami. Oh iya, masuk venue ini wajib lepas sepatu ya~


Nah, kalau yang ini adalah persimpangan di lantai 7 yang menghubungkan Oasis Studio, Spa & Salon dan Lido Terrace. Ini spot foto paling favorite dengan phose ala-ala putri tidur di jendela-jendela bundarnya.
KANGEN :{


Selanjutnya, Lido Terrace.
Disini lumayan luas dan banyak banget aktivitas bisa dilakukan disini.
Bisa party, meeting, makan-makan atau latihan cheers.
Menurutku, ini venue terkeceh untuk ngobrol-ngobrol ala ambassador di atas kapal pesiar. xD Ini tempat yang benar-benar bersejarah buat aku, disini pertama kali ngobrol sama Dolphin, tempat andalan kalau makan indomie bareng, pernah terjadi obrolan serius juga disini huehehe.
Oh iya, kalau siang hari dan cuaca lagi panas, disini panas!


Yup, ini Swimming Pool di Lido Terrace lantai 7.
Selama program kalau tidak salah cuma satu kali dibuka untuk umum.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa di atas kapal pesiar harus ada kolam renang?
Kenapa kalau ada penumpang mau berenang, tidak langsung lompat ke laut saja?
Aku yang tidak bisa berenang sungguh awam tentang ini O.o


Lanjut!
Ini Cafe and Library di lantai 5, 

venue super nyaman untuk fokus transfering ribuan foto-foto 
dan video ke laptop, untuk seorang Press sepertiku~

Bisa dibilang ini tempat pelarian paling istimewa di hati.
Di hari-hari terakhir saat sibuk-sibuknya bikin video untuk Press Film Festival, 

aku beberapa kali skip kegiatan dan kabur ke tempat ini.
Disini tenang, hanya ada suara ombak yang mengiringi~


Tapi kalau mau baca buku, mending ingat-ingat dulu, bisa baca huruf Jepang atau tidak?
Kalau tidak bisa, mending bawa buku sendiri, 

soalnya semua buku disini tertulis dalam aksara dan bahasa Jepang.

Yes sure! Ada Loundry Room di Nippon Maru, tepatnya di lantai 3 dan 5.
Ada mesin cuci, mesin pengering, sabun cuci, setrika dan meja setrikanya juga.
Pokoknya tidak perlu khawatir akan persoalan cuci mencuci pakaian.
Biasanya aku khusus bangun dini hari karena ini, 

soalnya aku typical orang yang kalau ngantri (mesin cuci), tidak kebagian, 
jadi harus duluan kwkwk

Selanjutnya, tempat para PYs cuci mata dan cuci dompet, Nippon Maru Shop!
Kalau mau belanja disini, harus pakai mata uang Yen atau USD. 

(Kalau pakai USD, uang kembaliannya tetap Yen)
Masuk shop ini kayak lagi jalan-jalan di dunianya Spongebob ga sih :}


Nippon Maru Shop yang ada di lantai 5 ini hanya dibuka di hari-hari tertentu saja.
Barang-barangnya eksklusif! Tiap liat benda lucu pasti meronta-ronta dalam hati,
 "Sayang kalau tidak dibeli" T^T
Alhasil aku beli jam tangan Nippon Maru, pin, tote bag, pajangan anchor, postcards, 

stickers, permen, saputangan dan gantungan kunci (semua akhirannya) Nippon Maru.

Next, tempat penuh kebahagiaan, Mizuho Dining Hall di lantai 2.
Kenapa aku bilang ini tempat kebahagiaan? 

Karena cuma disini PYs bisa makan makanan lezat sepuasnya, 
pilihannya lengkap, menu utama berbeda tiap hari, sehat, segar, nikmat, gratis, unlimited ice cream... UNLIMITED FOOD AND DRINK!
(Btw, waktu mau ambil foto ini, 

aku bela-belain nunggu di depan pintu dining hall sampe bel makan berbunyi, 
biar bisa dapat fotonya pas ruangan masih rapi dan kosong)

Ini meja prasmanannya, ada dua di sisi kanan dan kiri.
Waitersnya warna negara Filipina, ramah-ramah dan murah senyum :)


Ini daftar menu hari itu yang terpampang di depan pintu masuk 
(yang aku baru nyadar ini ada pas di akhir-akhir program xD)
Ada yang mau lihat penampakan makanan-makanan di Nippon Maru?


TaDa!
Ini menu dinnerku pada suatu malam.
Jujur, aku belajar rutin makan sayur sejak di Nippon Maru.


Kalau yang ini menu sarapan :9
Pokoknya nori, yogurt dan roti + selai stroberi + cheese itu wajib selalu~
HUAH KANGEN :{


Nah kalau yang ini, menu makan siangku waktu Nippon Maru udah di Indonesia.
Nasi goreng, siomay, telor ceplok, tempe T^T
Yapp, tiap nyampe di negara tertentu, 
menu di kapal pun turut disesuaikan dengan menu khas di negara tersebut. 
Jadi asik banget kan bisa makan makanan khas negara-negara lain :}

Dan.. masih banyak banget foto-foto makanan.
Apa perlu aku bikin postingan khusus menu makanan di Nippon Maru? :3


Ini ada dijual di Indomaret ga sih ? T^T

Kebiasaan dari kecil yang dibawa ke SSEAYP, makan es krim + roti :9

Sertifikat Halal :*

Ini adalah something yang tidak boleh di skip ketika memasuki 
dan meninggalkan Dining Hall. 
Hand Sanitizer!
Ada di Lido Terrace juga~

Next, Spa & Salon di lantai 7.
Ngga ada niat nyalon sih, tapi tiap kesini selalu tutup.


Kalau yang ini Oasis Gym yang juga ada di lantai 7.
Kayaknya harus antri satu satu deh kalau mau masuk disini.
Aku juga ngga pernah liat ruangan mini ini dibuka.


Kalau ini Rumah Tradisional Jepang.
(Aku lupa lantai berapa O.o)
Keren banget buat jadi spot foto, sayangnya selama di program, 

tiap kesini ga pake kimono, tiap pake kimono lupa kesini :3

Tempat penuh kenangan selanjutnya, Sport Deck di lantai 7
Ini venue outdoor terluas dan sesuai dengan namanya, 

PYs bisa bebas berolahraga disini.
(asal jangan olahraga loncat indah)
Hal tak terlupakan yang pernah terjadi disini adalah, STARGAZING! :')
... BAGUS BANGET YA TUHAN!


Next, Sports Bar yang ada di Sport Deck.
Yup, ini venue tertinggi yang pernah aku injak selama di atas Nippon Maru.
Ada PYs yang pernah nekat naik ke benda oranye-oranye itu?


Dek di lantai 5 yang juga lovely banget buat duduk-duduk manis.
 Tapi kalau abis hujan jangan lari-lari disini ya~


Dek sisi kanan kapal lantai 4 yang... T^T ah sudahlah

Kangen jogging, jalan-jalan dan foto-foto random disini :{

Bangku di dek lantai 4, YANG PENUH KENANGAN.

Spot foto bareng tulisan NIPPON MARU, lantai 6.

Life Jacket box.
Tempat duduk paling aman. hehehe


Pintu T^T
#sick kwkwk


Penampakan Cabinku, aku foto pas lagi rapi-rapihnya :)
Jadi tempat tidurnya ada 3, lemari 3, laci 3, kursi 3 dan handuk di kamar mandi ada 3.
Ada meja rias, kulkas, hairdryer, telepon, TV dan kamar mandi.
Gara-gara sebulan lebih tinggal disini, 

sekarang aku punya impian punya kamar dengan desain cabin kayak gini. 
MAUUU!

Toilet penuh kenangan :')

Sabun dan shower penuh kenangan T^T

Public Toilet Sign di lantai 4, yang menurutku, lucyu~

Penampakan sekilas toilet wanita.
Bersih dan kinclong as always.
 
Kantong mu-ntah bagi yang seasick.
Bisa dijumpai di berbagai sudut ruangan di Nippon Maru.
Free to take!


Karena selama di kapal aku ngga pernah mabok laut sampai mu-ntah,
dan emang dasar gue gaje, aku malah jadiin ini amplop surat xD


Tangga utama di lantai 2, penuh kenangan ~
Jadi waktu di atas kapal, pernah terjadi moment ala-ala Rose and Jack di tangga ini.
Waktu itu aku turun dari atas dengan kaki pincang, 

turunnya pelan-pelan banget sambil pegangan kayak oma-oma.
(
lumpuh gara-gara abis latihan Soran dance seharian)
Trus di bawah berdiri salah seorang Myanmar PY, cowok, ganteng xD
Karena kasian liat aku pincang, dia langsung menawarkan tangannya gitu, 

ala-ala Jack di film Titanic, kwkw 
karena emang lagi butuh bantuan, ya sudah aku raih tangannya.
Dan akhirnya aku sampai di lantai 2 dengan selamat huehehe
 
Tutorial naik tangga O.o

Tangga T^T
#makinsick xD


Penampakan lantai 1 di bawah tangga.
Lantai Penuh Kenangan


Elevator penuh kenangan...

Jendela T^T

Telepon umum di lantai 7.

Papan Informasi penuh kenangan

Rute penyelamatan diri darurat.
Jangan dihafal, tetapi dipahami.


Mic yang ngangenin T^T
"This is announcement from the administration..."


TV dengan ending tayangan paling menyedihkan xD
Realtime map of Nippon Maru sailing route.
Jadi selain ada di setiap cabin, monitor ini juga terdapat di beberapa venue lain.
Aku jepret ini ketika Nippon Maru melintas di hometown ku :')
Hiks, jadi ingat moment ituh~


Termometer yang dipasang di pintu-pintu dek kapal.
Yang sebelah atas suhu di dalam ruangan, sebelah bawah suhu di luar ruangan.
Ini suhu terdingin yang pernah aku rasakan, sejauh ini.
(Credit to Dolphin)

In case kalau lihat ada api.

Pintu-pintu menuju dek lumayan berat, 
so jangan pernah meremehkan sign yang satu ini.

'This Way Please' the Legend Sign 

Always !

PYs Floating Home :')
(Credit to Luan, Press VPY)


"Can you tell me how much you can cover a day...
Can you tell me how long you have gone...?"

Jadi itulah sedikit(?) foto-foto Ms. Nippon Maru yang sempat kuabadikan di kameraku. (kecuali dua foto yang ada creditnya) Sebenarnya masih banyak venue dan spot lain, tetapi cukuplah puluhan foto penuh kenangan ini saja~

Home is not a place, but feeling.

Itulah mengapa aku menulis ini.
Somehow aku bisa merasa sedang berlayar di atas kapal Nippon Maru, hanya dengan mengenang semuanya melalui foto-foto ini.

Can't wait for Reunion Onboard!
:')

Custom Post Signature