salted dreams sugary sea

Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Monday, 19 March 2018

I'm (seriously) Learning Japanese

こんにちは...!

Somehow, tiba-tiba ada motivasi dahsyat dari dalam sanubari untuk mulai serius belajar bahasa Jepang. Dari yang awalnya hanya wacana sebening roh Kaonashi, sampai akhirnya menjadi tekad seteguh Chihiro-chan. ほほほ Well, sudah 3 hari ini aku menjalankan schedule khusus yang kubuat sendiri, yaitu belajar bahasa Jepang 4 jam dalam sehari. 

Otodidak?
Alhamdulillah ngga, ada Sang Penutur Asli yang jauh disana siap mengajarkan dan ditanyai kapan saja. xD


Aku sadar, ada beberapa something yang menginspirasi dan memotivasiku cukup kuat kali ini, salah satunya adalah buku ini; 

すごい言葉 (Amazing Words). 

Buku ini pemberian dari Sang Penutur Asli tiga tahun yang lalu, dia kirim jauh-jauh gara-gara aku bilang gini, "I really wanna have Japanese book". (Dan akhirnya dikirimin sepaket sama snack-snack enak kwkw). So, aku pengen banget bisa baca buku ini. Ada tulisan romaji-nya sih, tapi bagaimanapun, buatku, ada perasaan-bahagia-tersendiri ketika bisa membaca tulisan kaligrafi Jepang.

Sejauh ini, aku udah bisa mengenali huruf Hiragana dan Katakana. Kadang aku bisa baca dengan mulus, kadang buta huruf trus nyontek catatan. Tapi kalau udah ketemu huruf Kanji, aku skip tanpa hati. xD

Anyway, buku ini bagus, seru, keren, menarik, sampulnya cute.


Motivasi selanjutnya; aku kan hobi banget koleksi (baca: download in illegal way) Anime, dorama Jepang, Ghiburi Movies dan sebangsanya, nah jadi aku mikir, pasti dunia ini akan jauh lebih indah kalau aku bisa menonton semuanya tanpa subtitle. Aku juga suka gemes, pengen ngomong the way kayak mereka ngomong, kayak; Kokkai! xD

Semoga kalau nanti Anime live action-nya Chihayafuru season 3 udah masuk Indonesia, aku udah bisa listening dikit-dikit. Aamiin. 

Catatan di dinding kamar.

Dan masih ada beberapa 'motivasi' lainnya~ 

Intinya, tidak ada ilmu yang sia-sia. Lagi pula, belajar bahasa asing sangat baik untuk mencegah alzeimer dan pikun dini. Semakin berumur, maka kemampuan otak dan memori manusia akan semakin melemah dalam hal belajar bahasa (someone told me this btw). Jadi, belajar hal baik sebanyak-banyaknya, mumpung otak masih encer.


がんばって, ぬな ちゃん!
Friday, 16 August 2013

Such a Mysterious Talent

Pernah nggak sih merasa bahwa ada kekuatan super tersimpan di dalam diri kalian?
Apa kalian pernah mengalami, tiba-tiba saja mampu melakukan suatu hal yang... sebelumnya itu di luar batas kemampuan kalian?
Sejauh ini, apakah kalian 100% menyadari, apa-apa saja bakat yang kalian punya?

Tenang! Eike tidak sedang membicarakan hal-hal gaib, atau berniat mengangkat dalil tentang kebenaran kekuatan super milik Ultraman Gaia.


Beberapa waktu yang lalu, aku iseng banget menggambar-gambar ilustrasi vector di CorelDRAW. Aku belum pernah belajar cara menggambar vector sebelumnya, yang aku tahu hanya sebatas fungsi-fungsi tools dasar CorelDRAW, itupun tidak seberapa.

Aku bahkan tidak qualified menggambar wajah manusia dengan pensil atau cat air di atas kertas. Kalau menggambar versi chibi, aku sih bisa.

Namun saat kucoba menggambar ilustrasi di CorelDRAW untuk pertama kalinya, aku seolah mengerti apa yang sedang kulakukan. Aku menggambar wajahku sendiri dengan menggunakan mouse, memberi warna dan efek shading, memperbaiki bagian yang tidak mirip dan mempercantik bentuk bagian-bagian tertentu. Mata tiba-tiba mirip, hidung mirip, bibir mirip, lalu kuselesaikan DENGAN MUDAHNYA... seolah aku berbakat melakukan ini.


Yang membuat aku merinding adalah, karena selama ini, aku menganggap bahwa melukis digital itu adalah hal yang benar-benar sulit. Butuh skill khusus dari lahir, butuh kursus atau paling tidak mesti diajari dulu oleh ahlinya. Namun dengan begitu saja aku bisa melakukannya tanpa menemukan kesulitan yang berarti.

Para ilustrator beneran pasti mengerti maksudku. Menggambar ilustrasi yang mirip dengan objek aslinya, tidak sesederhana belajar make-up  atau tutorial hijab yang bisa dikuasai hanya dengan menonton video-video di Youtube.


...


Well! Hari demi hari ku gali dan ku asah kekuatan super ini, sampai akhirnya menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Orderan berdatangan sejak ku posting ilustrasi-ilustrasi yang secara misterius berhasil kugambar. 


Aku tidak sedang memamerkan bakat otodidak ini, juga tidak sedang promosi jasa ilustrasi vector. Hanya sangat penasaran... Apa banyak yang mengalami hal misterius seperti ini?


Entah apalagi yang aku bisa...
Tuesday, 4 June 2013

Bye bye Poni

Assalamualaikum Wr.Wb.

Aku pikir, aku masih punya lebih banyak waktu untuk melewatkan hari-hariku sebagai seorang Poniers. Namun ternyata 'sesuatu' itu datang lebih awal dari yang aku kira. Sesuatu yang aku tidak yakin itu namanya, tetapi orang-orang sering menyebutnya dengan istilah 'hidayah'. Entahlah... Aku menyebut ini, kebutuhan. 

Memakai Jilbab.


Entah sejak kapan, style rambut kejepang-jepangan ala harajuku yang kuanut sejak SMP ini mulai membuatku merasa tidak nyaman ketika berada di tempat umum. Mungkin karena pengaruh usia yang sudah memasuki tahap adult, atau karena sedang trend-nya style hijabers yang kian merebak akhir-akhir ini. Bukan karena mau ikut-ikutan trend, tetapi kemana-mana jalan bareng orang-orang berjilbab. Dimana-mana nemu komplotan hijabers. Ini semua orang memang sudah insyaf ya?

Karena itu, aku sangat sering menerima nasehat/kritikan/saran dari teman-temanku, untuk segera memakai jilbab. Agar (katanya) lebih sopan, lebih rapi, lebih bersih dan sebagainya.


Pertanyaan: Memangnya dengan rambut terkuncir seperti ini, aku terlihat tidak sopan, tidak rapi dan kotor di mata kalian? Hahaha


Sebenarnya, sama sekali tidak ada masalah ataupun kendala untuk aku mulai berjilbab detik ini juga. Hanya kepikirannya saja yang belum.
Aku tidak masalah dengan semua pakaian-pakaian lamaku yang ada di dalam lemari untuk seketika dipadu padankan dengan jilbab, secara semua pakaianku berlengan panjang dan tertutup.
Aku juga tidak masalah dengan karier ku di karate, karena sejak memasuki kelas -21, aku sudah jarang mengikuti pertandingan, latihan pun sudah tidak se-gila dulu.

Kesibukanku hanya seputar kuliah, hunting foto, bertempur di depan laptop dan sesekali hangout bersama teman-teman.


Dengan segala komentar miring, nasehat dan wejangan dari manusia-manusia itu, akhirnya rasa ketidaknyamanan ini perlahan menyusup ke kalbu dan sukma(?). Mereka benar... Menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap perempuan muslim.

Tetapi itu tidak serta merta membuatku kalap belanja jilbab, lalu kemudian mengenakannya saat itu juga, tidak. Aku harus punya dorongan yang lebih mumpuni(?) dan murni karena keinginan pribadi. Bukan memakai jilbab hanya karena sekedar risih dengan pendapat orang-orang.

Sampai pada suatu ketika...

Aku dan mama menghadiri acara keluarga yang bernuansa religius. Banyak keluarga dan agamawan yang hadir. Sebenarnya, keluarga besarku memang hidup dalam ruang lingkup kereligiusan yang kental. Kami seringkali mengadakan acara keluarga dan melibatkan tokoh-tokoh agama untuk bershalawat dan berdoa bersama. 

Disana, aku melihat wanita-wanita yang mengenakan jilbab, dan ada juga yang tidak. Seketika perasaanku berkecamuk, lalu mulai kearah membanding-bandingkan kedua objek itu. Yang berjilbab terlihat lebih anggun, elegan, bersih, rapi dan cantik. Sedangkan yang tidak berjilbab terlihat berantakan dengan rambut tergerai, panas, tidak anggun, tidak rapi dan sebagainya. Aku tersadar, beginilah pandangan orang-orang saat melihatku berada di antara perempuan-perempuan berjilbab. Hiks, ternyata aku tidak se-keren yang kukira.

Aku berpikir, kalau logika ku saja mengakui bahwa yang berjilbab terlihat lebih baik, kenapa aku masih bertahan dengan poni ini? Kalau pikiran bawah sadar ku saja setuju kalau berjilbab itu ibadah, kenapa aku masih tidak berjilbab?

Yeah! Akhirnya aku menemukan alasan yang lahir dari isi kepalaku sendiri. 
Tidak ada urusannya dengan pendapat orang-orang ataupun trend, sejak hari itu aku mantap untuk mulai belajar memasang jilbab.

Aku ingin menjadi lebih baik. Bismillah~ 

Desir pasir di padang tandus... segersang pemikiran hati~
Walaupun belum sempurna, setidaknya aku mulai merasakan kenyamanan yang hakiki dibalik lilitan jilbab sederhana ini. Aku memulainya dengan berjilbab setiap pergi ke kampus, atau saat keluar rumah yang jaraknya jauh. Kalau sekedar beli pulsa di blok sebelah, atau ke warung samping rumah beli odol, yah Tuhan maaf, hamba masih pake kaos gombrang dan celana puntung :D

Waktu demi waktu berlalu, aku mulai memanjangkan poni agar mudah terikat saat memakai jilbab. Rasanya sedih juga. Bagaimanapun ini model rambut kebanggaanku! hahaha... Tapi biarlah style rambut ala Aelke Mariska ini kunikmati lewat foto-foto lama saja. Cukup gayai(?) di rumah saja, toh tidak ada faedahnya bergaya di tempat umum. Untuk apa? Biar ada yang tawari jadi KPOP Idol? 

Sekian kisah tentang perjalananku dalam menemukan serpihan hidayah ini, semoga serpihan-serpihan sisanya dapat aku temukan seiring waktu.

Wassalamualaikum Wr.Wb. 



NB:
Ini postingan ter-syar'i dan terkalem sejauh ini xD
Thursday, 14 July 2011

Am I a Truly Dieter?

Halo my lovely readers... And maybe, dieters? helaw~

Sebenarnya postingan ini sudah sangat lamaaa pengen aku tulis, tapi aku takut keburu langsing, dan bisa jadi postingan ini hanya akan menjadi sebatas syampah buat dijadiin bahan bacaan.  
joke!

Tapi emang sih, +___+ 
seharusnya ini udah aku tulis dari dulu,
soalnya aku...
Aku...

AKU GAK LANGSING-LANGSIIIIING~


Sebagai perempuan normal wajar kan kalau pengen punya body yang ideal?
Siapa sih yang tidak mau langsing?
Trus siapa yang ga mau jeans 27 melingkar pas di pinggangnya?

Siapaaa???!!!
...

Tiba-tiba seorang binaragawan wanita Juara Olimpiade Beijing angkat besi kelas 190 Kg datang menghampiriku, dan...
Dia menangis terkulai meratapi nasibnya sebagai seorang atlet yang HARUS tetap menjadi kebanggaan negaranya, dan merelakan impiannya yang sebenarnya yaitu menjadi Miss Universe. #SUMPAHGARING


"Kegaringan adalah Seni" 
-Nuna


Yea, aku udah lupa kapan aku pertama kali menyandang gelar dieter.

Kata sebahagian teman-teman aku sih, aku ga usah diet, katanya bodiku udah bagus, tinggal di jaga aja.

*taking a deep breath*

Mungkin mereka pada ga liat ya muka aku udah kayak bakpao berponi?
Trus kata anak kecil bernama Nanda, aku kayak kentucky fried chicken(?)
apa aku gak nyesek tuh?

Aku gusar, kenapa susah banget melihat angka 46 di benda persegi menyebalkan yang kalo aku naik ke atasnya, ga bosan-bosannya selalu menunjuk angka ---#censored

Padahal aku ini kan atlet. Kerjanya lari keliling stadion tiap sore.

Mungkinkah olahraga selama ini sebenarnya sudah sangat membantu dalam menjaga postur tubuh aku tetap layak pandang?
Kebayang kalo seandainya aku ga pernah olahraga, pasti nih bodi udah kayak Angelina Jolie yang salah minum obat, keselek gajah, dicampur TBM jadinya ngembang ha ha ha T^T

So daripada digebukin ma Justin Timberlake, #salah
(Maksudnya Timberlake disuruh ma Brad Pitt)

Inilah perjalanan karierku sebagai seorang dieters, sejak awal debut(?) sampai menjadi se-populer sekarang (???)

One day...

Aku merasa telah menjadi cukup bohay  dengan timbangan diatas rata-rata.
Merasa Pedemometer aku merosot 45 derajat, aku mulai menyingkirkan makanan-makanan berlemak dan berminyak. 

Hanya bisa memandangnya (cemilan-cemilan itu) dari jauh, atau paling tidak aku hanya mencocolnya. Tapi eh, tiba-tiba entah ide dari mana... 

contoh: "pisang goreng renyah buatan mama." 

Tu pisang langsung aku cubit sedikit dan ku masukkan ke dalam mulut. Saking renyah dan gurihnya, tanpa sadar aku habisin deh sepotong, dua potong, dan jadilah berpotong-potong. FAILED

Berikutnya aku bikin strategi baru, aku melakukan diet level beberapa meter dibawah diet expert. Aku pensiun makan malam.
Biar ga terpengaruh, tiap malam aku mengurung diri di kamar sambil laptopan, hapean, musikan, baringan, gulingan, jungkiran, saltoan... (baca: ga sanggup nyium aroma ikan toppa tumis beterbangan dari dalam dapur). Dengan sendirinya, strategi aku bergeser deh jadi diet level sedikit diatas easy... la la la... *menari balet ke meja makan*
FAILEDDD !!

Sampai pada dinasty berikutnya, bodi aku masih terlihat bohay bak anak gajah yang menolak tirus. Mau tidak mau aku bikin strategi baru, JOGGING!

Sebelum bobo aku pasang alarm pukul 05.02 am. Sebenarnya aku targetnya bangun pukul 05.15 subuh, tapi aku diskon 13 menit kali kali pas alarm bunyi naluri kemalasan merasuk tiada tara.

Tiba waktu alarm berbunyi, dengan cepat ku matikan alarm itu sambil masih memejam mata, kemudian aku dengan monkei-nya berkata dalam hati, "joggingnya besok saja deh"

Tragisnya, ini terjadi setiap hari. Aku benar-benar cewek yang penuh dengan hari esok.

FAILED ! Congrats~


Belum menyerah, akhirnya aku membuat gebrakan baru. Diet tersalah di dunia, Yes! Aku tahu itu, tapi apa boleh buat, hanya Ini jalan yang tersisa.

BEGADANG xD

Dengan hati riang dan gembira aku berlaptop-laptopan di kamar tanpa memikirkan perjalanan tiga jarum sok-sok-an bersaudara yang ga pernah berhenti berputar, kecuali kalau batreinya abis.

Browsing, blogging and download things mengalihkan aku dari seorang Sleeping Beauty menjadi seorang rock insomniers.

Aku tahu ini bukan gaya hidup seorang atlet, tapi mumpung event kejuaraan masih jauh, aku manfaatin deh. hehehe. Tapi tapi kalau senpai-senpai tahu ini, pasti aku kena ceramah religi!

Berhari-hari kujalani hari menjadi seorang Midnight Blogwalking Blogger. Kulalui malam di depan laptop sampai mata kering, alhasil... pipi aku mengempis kayak bakpao ayam yang abis didudukin bayi (?) 
*ga ada contoh lain ya?*

YEAH! Pipi aku kempis.. pipi aku kempis! yeee-

Eh, belum selesai nge-cheer, aku bercermin lebih dalam, ngaca sengaca-ngacanya ngaca. Mataku ya Allah!

MATAKU!!!

Mataku yang sebelumnya indah memukau, besar bak mata barbie, berkilauan dengan warna dark chocolate, menghanyutkan, simbol kebahagiaan... sekarang terlihat sayu, pucat, berkantung dan aku jadi si mata panda. T^T

oh nozz!

Itu malam terakhir aku begadang, ga akan kulanjut lagi. Mataku terlalu berharga buat digantiin ama bakpao keju yang abis didudukin bayi!
*eh tadi bakpao keju atau ayam yah?*

Bye bye Insomnia World!

Apakah ini ke-failed-an lagi?


yup FAILED! 


Sebenarnya kalau perjalanan karier dieter aku itu dibaca ulang, semua kesalahan terletak pada KEMAUAN dan KESERIUSAN yang minim.

Sekarang aku udah 19 tahun. Rasanya aku sudah terlampau tua untuk bermain-main. Aku udah harus benar-benar mikirin rencana hidup kedepan. Akan jadi seperti apa, pola hidup seperti apa, mau langsing atau obesitas dimana depan~

Perjalanan karier sebagai seorang dieter harus tetap aku lanjutkan. Hidup ini seperti roda yang terus berputar. Kadang diatas kadang dibawah. Ada saatnya bohay, dan akan ada saatnya menjadi langsing.

Aamiin.
Wednesday, 6 July 2011

NO MIN WOO as PARK DONG JOO

Beberapa hari yang lalu, aku abis tamat nonton Korean Drama "My Girlfriend is a Gumiho."
Dengar-dengar sih itu KDrama urutan ke-2 di chart indowebster.
Yapp wajar lah! Ceritanya bagus banget and saking aku menjiwainya(?), aku sempet bermimpi jadi Gumiho loh. LOL

By the way, yang ngga tau Gumiho itu apa, nih aku jelasin dikit.
Dalam cerita, Gumiho adalah seorang, umm... bukan! Tapi seekor.
Yea... Dia adalah jelmaan seekor rubah yang cantik dan hidup di dunia manusia.
Gumiho juga pengen jadi manusia.
Trus kalo dia nangis di cuaca yang cerah, bakalan turun hujan.

bla bla bla...


Itu menurut cerita ya, aku ngga tau-menau soal legenda ataupun kenyataan tentang keberadaan Gumiho di dunia nyata.

Sekian tentang Gumiho.


Karena sebenarnya...

HUAAA... Readers... So long time not see...

Malam ini aku menampakkan diri tiba-tiba soalnya aku lagi kesemsem sama Oppa NO MIN WOO!

Dia salah satu pemeran di KDrama gumiho gumiho tadi.
Bukan pemain utama sih, tapi karakternya memerankan Park Dong Joo, sebagai seorang dokter hewan SUNGGUH PERFECT! uhh


Gimana ngejelasinnya yah?

Dia cool.
Gak cakep-cakep amat sih.
Kadang terlihat girly... teeeeeeeett---
Dia misterius.
Pintar,
Suaranya bagusss...
...

Subhanallah...

(sepertinya aku heboh sendiri nih ngomongin Dr. Dong Joo) =='



Akhirnya dengan ceria dan senyum sumringah aku berhasil bikin giftnya dia. (Sumpah ini penting xD)
Mau liat ? mau liat ? mau liat ?



Enjoy~

resize image
cool >//<

resize image
ini ekspresi dia waktu liat aku pertama kali :D


resize image


Yap, aku setuju kalo para readers bilang dia pemeran antagonis.

Tapi dipertengahan cerita, entah karena selera aku aneh-aneh gimana, aku malah lebih suka sama dia.

....................................................
...............................
...............


Berhari-hari aku lalui kebahagiaan bersama bayang-bayang karakter Park Dong Joo yang super cool, namun tiba-tiba aku teringat suatu fakta yang membuatku...  Terdiam 2 detik.

Ternyata oh ternyata,
Setelah aku perhatikan lebih mendetail akan dibalik kemulusan wajahnya, aku baru sadar, ternyata No Min Woo adalah salah satu pemeran di KDrama serial PASTA.


Aku benar-benar terpukul, kenapa?!! Kenapa ini harus terjadi...?
Kenapa waktu dia main di PASTA model rambutnya gitu banget?! 

Aku masih ingat dulu tiap nonton PASTA, kalo liat karakternya dia pasti aku langsung badmood sama mukanya... gara-gara rambutnya... T^T


Trus foto yang ini,


Apa-apaan ini ?
Kenapa dia harus se-girly itu??? Whyyyy T^T
Apa memang karena dia jago akting atau gimana sih?



dia cool!!! Pokoknya dia COOL!!!



Kebahagiaan aku bersama bayangan karakter Park Dong Joo nyaris kandas.

Kenapa juga aku harus pusingin No Min Woo?
Dia kan aktor. Sutradara bisa saja mengubahnya menjadi sesosok wanita berkalung sorban kapanpun dia mau.

Yea... Park Dong Joo...
I think I fall in love with that character...



Belum merasa baikan,
lagi-lagi aku nemu foto No Min Woo yang nyaris tak kuasa aku tatap.


Yaaaaaaaaaa! ("hei" dalam bahasa Korea)

Ini mukanya kenapa sih? Padahal dia kan cool!!! *maksa
Positive thinking aja deh, kali aja sebelum foto sesi ini dia habis dikeroyok massa gitu,
atau abis ketimpa tangga... 
atau ketiban AC,
atau apalah yang bikin mukanya jadi nampang gitu di foto.

Positive thinking Nuna, positive thinking!



Sekali lagi, DIA itu AKTOR !!!



Walaupun pada kenyataannya ini juga foto No Min Woo...


Aku selalu senantiasa berdoa kepada Yang Maha Kuasa semoga ini bukan dia...




Park Dong Joo is COOL !

Please say~ He's cool !!!


tear.. tear..

Sunday, 29 May 2011

Drama Korea VS Sinetron

Aku suka banget nonton film Disney, Anime, drama Asia, animasi, kartun bahkan film horror pun gak buruk-buruk amat kalo ada penutup mata dan telinga didekapanku.


Readers : “How about the Sinetron?”


Hmm...
Sinetron... Sinema Elektronik!


Sebenarnya dengan membahas ini, orang-orang malah bakalan nge-judge aku sebagai pecinta sinetron.
Jadi aku mau klarifikasi dari awal.
Walaupun aku pernah nonton sinetron, tapi aku adalah anti-sinetron.co.id
 
Biasanya sih, kalo aku ga suka sama sesuatu, aku gak bakalan care gitu. Ngomongin ampe lupa se-kloter ikan goreng di dapur pada gosong, rugi banget kan yah?

Tapi untuk kasus yang satu ini, kayaknya aku perlu angkat ke permukaan deh.
Bukan untuk menjatuhkan, juga bukan bertujuan untuk menumpas habis sinetroners dari muka TV.

Aku cuma mau nge-share hasil penelitianku selama ini terhadap BUKAN 1 sinetron, tapi semua sinetron yang pernah aku nonton karena alasan-alasan dan tujuan tertentu.


Sinetron yang malang~ tidak mendapat tempat sedikitpun di dalam hatiku~ Jiah!
Mari kita bandingkan dengan Drama Korea.


Keduanya, terkadang sama lebaynya~
Tapi aku sebagai audiens merasakan sesuatu yang berbeda.



Contoh:


Drama Korea:
Pemeran wanita berjalan pelan di bawah guyuran hujan deras sambil menangis. Dengan background musik melow menggetarkan dan satu set ekspresi wajah yang sedih~
TANPA sepatah kata pun, audiens udah bisa ngerasain dan terharu saat menyaksikan betapa sakitnya pemeran wanita itu. Aku sih mudah terhanyut, biasanya aku ambil remote terus gedein volumenya. Lagunya keren~

Sinetron:
Di situasi yang sama, pemeran wanita berjalan pelan di bawah guyuran hujan, sambil nangis dengan latar musik lagu d'masiv.

Trus bunyi deh tuh suara gak penting #menurutku
Itu tuh, suara dari pemain yang bertujuan untuk menegaskan perasaan mereka, tapi mulut pemainnya gak gerak.
Apa sih namanya? Umm, ceritanya tuh mereka ngomong dalam hati.


Biasanya bunyinya gini :

aku gak rela, sumpah aku gak rela
kenapa kamu ninggalin aku sih
padahal aku sayang banget sama kamu
aku sedih banget kamu giniin aku

pokoknya aku gak boleh nyerah
aku harus bisa bikin kamu kembali seperti dulu
yang mencintai aku apa adanya.



WOIII... hellowww...!

Pemborosan dialog banget!
Tanpa ngomong gitupun, audiens udah bisa liat kok kalo dia lagi sedih.
Musiknya udah cukup, gak perlu baca puisi lah.
Biasanya aku ambil remote trus pindah channel.


Atau ada juga yang kaya gini nih :


Drama Korea:
Pemeran pria nemuin surat tergeletak tanpa identitas. Dengan ekspresi wajah bingung, dia membuka suratnya dan kaget setengah mati saat membaca isi surat itu.
Malam harinya dia duduk di depan meja, dan lagi tanpa suara, dia hanya memandangi surat itu tanpa bosan-bosannya dengan ekspresi datar, tapi cool.

Sinetron:
Pemeran pria nemuin surat tanpa identitas yang tergeletak.
Eh eh, belom apa-apa udah ngomong deh tuh orang :

"ini surat apa yah?" *nanya ma surat?*
"kok bisa ada disini?" *ya mana aku tau!*
"aku buka aja deh," *nyari remote*
"mungkin isinya penting." *pindah channel*


Ada lagi nih yang lebih parah!

Drama Korea:
Pemeran wanita terkunci di dalam sebuah ruangan yang kebakaran. Dengan penuh perjuangan si pria mendobrak pintu itu, dan berhasil!
Dia mendapati wanita yang *biasanya sih orang yang disukainya* tergeletak pingsan di antara reruntuhan.
Si pria tanpa basa basi lagi menggendongnya dan melakukan cara apapun agar wanita itu bisa dibawa ke rumah sakit secepatnya.

Sinetron:
Pemeran wanita terkunci di dalam sebuah ruangan yang kebakaran.
Pemeran pria sampai di lokasi kejadian dan memanggil-manggil nama wanita itu.

Di depan pintu, bukannya ngedobrak, si pria malah baca puisi :

"aku harus bisa nyelamatin kamu
bagaimana pun caranya
aku gak bisa hidup tanpa kamu
aku rela mati asal kamu selamat
kamu bertahan ya
aku disini buat kamu."


Enak banget yah pemeran wanitanya, dia bisa nyempatin bikin indomie dulu tuh di dalem buat ganjal perut sambil nunggu diselamatin. 

Sinetron kebanyakan ngomongnya deh, yang ada para sinetroners ribut + tegang + marah-marah lalu menghujat pemeran prianya.

Si pemeran wanita udah masak setengah matang, baru deh tuh pintu didobrak, trus dia masuk dan bertemu wanitanya, berpelukan, hangus deh lu berdua.


PINDAH CHANNEL !




Selain contoh di atas, ada lagi nih YANG PASTI TERJADI di sinetron yang bikin aku ngerasa jijay.

Pertemuan antara kedua protagonis, SELALU ditandai dengan kejadian yang sok-sok gak disengaja atau kebetulan.

Hampir ketabrak mobilnya lah, atau bertubrukan lalu secara bersamaan mereka ngambil buku-bukunya yang bertaburan. 

Dan yang PASTI ADA adalah adegan ketidaksengajaan tersandungnya si cewek, trus si cowoknya nangkep gitu. Trus saling pandang lamaaa, nyanyi deh tuh si Charlie st12.


Sumpah, gak banget yah! apadeh...
Kalo di dunia nyata kayak gitu udah dikatain "lece" atau dikira gila!


Eitt... Kalo Drama Korea mah kreatif.
Protagonisnya selalu dipertemukan dalam adegan yang lebih manis.

Tapi sebahagian besar dari Kdrama yang udah aku nonton, dari awal cerita sutradaranya udah set si pria dan wanita saling kenal.
Jadi gak perlu lagi pake acara tersandung atau kecelakaan segala.

Trus kriteria lainnya, dalam sinetron pasti pemain utamanya menderitaaaaaaa banget!!!
Paling ketawa-ketawanya cuma 2 segmen, selebihnya nangis, kecewa, menderita, ditinggal mati dan yang PASTI PERNAH MENIMPA pemeran utama adalah MASUK PENJARA, MASUK RS, LUPA INGATAN! Naudzubillahiminzalik. 


Pemeran utamanya diberi karakter sebagai seseorang yang bersifat SEMPURNA bak malaikat. Sedangkan antagonisnya pintar, lihai, jaringan dimana-mana, kaya, kalau ngomong matanya suka sok-sok gemanaa getoh, trus mulutnya belok-belok kayak mulut Suneo abis disengat ubur-ubur. lol

Masih mending antagonisnya Kdrama. Sejahat-jahat karakternya, tapi tetap cool dan di akhir cerita terkadang ada yang di set malah bikin audiens salut dan nangis :')


Lanjut sinetron!

Shooting stripping, alur ceritanya panjaaaaaaaaaaaaaaaang dengan lika-liku persoalan yang gak jelas, gak penting, sekarang kenapa, besok kenapa. Masalah yang gak ada ujungnya berdatangan di tiap episode.

Trus episode tentang penyelesaian setiap masalah dalam ceritanya, pecah begitu saja.
Antagonisnya bangkrut mendadak lah, atau jalan pintas, antagonisnya kecelakaan trus mati.
Gak kreatif banget deh sutradaranya.
Gak ada kejadian yang berarti, menyentuh dan mengharukan.
So audiens gak usah bilang "Oh" apalagi sampai tercengang menonton ending cerita sinetron. Rasanya ga ada niat buat terharu atas ending cerita yang sebenarnya udah ketebak dari awal. Gak ada kejutannya... 

Belum lagi judul sinetronnya yang udah lari dari inti cerita sejak episode ke-11 dan entah apa maunya tuh sinetron di episode selanjutnya sampe 276.
Belum season 2, 3, 4, bahh! *stop sinetron!*


Kalo Kdrama nih, 16 atau 20 episode aja udah cukup. Ceritanya menyentuh, padat, keren! Pemainnya cute and cool!
Endingnya wow~ berasa kayak abis dapat pengalaman baru, jadi aku gak pernah merasa rugi udah nonton Kdrama.


Ya gitu deh,
Kalo Kdrama dapat 10, sinetron menurut aku tuh minus abis.
Gak ada yang bisa dipetik!
Mendingan aku manjat pohon mangganya tetangga, masih mending bisa metik-metik.


Yah, itulah perbedaan-perbedaan mencolok tapi terabaikan antara sinetron dan Drama Korea.

Itu juga alasan kenapa aku lebih milih nonton siaran LBS, dibanding ercete'i atau esceteve. Hehe 



Maaf yaa sinetroners~


bubye bye...

Custom Post Signature