salted dreams sugary sea

Showing posts with label Karate Story. Show all posts
Showing posts with label Karate Story. Show all posts
Wednesday, 5 September 2012

Part of Me

Hore...!
Akhirnya aku punya foto bagus pake karategi setelah jutaan tahun bergelut di dunia ini, hohoho.

Jadi foto ini dijepret sama dua teman fotograferku, lokasinya di sebuah sungai belakang pasar yang entah gimana cara kesananya, aku udah ngga ingat xD

Fotonya ada banyak sih, banyakan yang failed maksudnya! haha
dan yang dua ini favoritku.

bagus kan kan kan???


Kalo aku nunjukin foto ini ke Papa, pasti beliau suruh nyuci (baca: cetak) trus minta dipajang di ruang tamu. Haha

Pokoknya aku sukaaak! 


Thursday, 15 December 2011

5 Days 4 Nights, a Huge Ship and the Sea

Ini kelanjutan dari kisah kasih di Batam kemarin.

Setelah pertandingan usai, kami Tim Karate Sulawesi Barat kembali ke kampung halaman dengan menggunakan kapal pesiar laut hihihi.

Yap, setelah dana kontingen diitung-itung, dana yang ada emang cuma cukup buat one way flight, lol. Jadi... dari pada ga pulang, ikhlas deh kami naik kapal kelas ekonomi dan terombang ambing di lautan selama 5 hari 4 malam. 

Mungkin kontingen lain bakal mengira kami menderita, tapi bagi kami ini pengalaman yang luar biasa berharga.

Apalagi aku. Ini pertama kalinya aku berlayar melintasi pulau-pulau di Indonesia. Bayangin aja rutenya dari Batam ke Pare-pare, melintasi garis Khatulistiwa, maen titanic-titanikan,  antri makanan di kapal (es nasi + prekedel jagung dingin), dapat kenalan baru, digombal ABK, liat pencopet kwkwk. Paling enak kalau pas lagi di deck liat sunset atau sunrise. Subhanallah! 

Entah berapa butir antimo yang berhasil aku habiskan selama perjalanan. Mandi kadang cuma sekali dua hari, daleman abis ga bisa nyuci, kulit gelap bersisik, berat badan bukannya anjlok malah naik sejadi-jadinya. 

Well, itu semua tidak menghilangkan keceriaan aku di atas kapal. Lebih banyak pelajaran, lebih banyak kebaikan.

Sejak saat itu aku suka banget sama yang namanya kehidupan di atas laut. Berharap suatu saat nanti bisa berlayar lagi, pake kapal pesiar beneran tapi. Aamiin ya Rabb ^0^

Sunday, 11 December 2011

Batam Island, Karate Championship and Illegal Homestay

Osh!
Holaa readers!
Aku lagi di Batam nih.
Aku kesini bareng sama teman-teman tim karate se-Sulawesi Barat dalam rangka mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Pra-PON 2011. huhui.

Sedikit bocoran. hahahahah (aku ketawa dulu yak) hahahahahaha---
Jadi selama hampir seminggu disini, kami kontingen Sulawesi Barat itu menginap di sebuah bangunan ilegal. Yess! Tapi ngga menginap secara ilegal yah, kami dapat tumpangan menginap gratis dari teman baiknya Sang Pelatih. Yap! pemilik bangunan ilegal ini telah mengizinkan kami tinggal secara kekeluargaan. Baik yaahh? ^0^

Uniknya, bangunan ini adalah sebuah ruko di tengah kota, letaknya ada di jejeran ruko-ruko tepat di depan pintu barat Nagoya Hills. Dimana dulunya adalah sebuah tempat perju*dian yang telah ditutup oleh pemerintah setempat. Kayak casino gitu, jadi seluruh perabot di dalamnya itu bernuansa angka-angka, games, meja yang bisa diputar, pokoknya yang gitu-gitu deh kwkwk.


Terus lucunya dimana?

Jadi, aku dan teman-teman tim benar-benar merasakan pengalaman menginap di sebuah tempat perju*dian.

Ada kamar?? GA ADA!! XD

Walhasil kami harus berbagi satu ruangan gede, membuat sekat-sekat dengan perabot yang ada dan mandi di toilet yang sempit.

Setelah melalui perhelatan yang panjang dengan teman-teman yang lain, akhirnya kaum wanita diberi bagian/tempat tidur yang paling masuk akal di tempat itu. Ada yang bisa tebak dimana?


Yapp. Kami bobok cantik di balik meja kasir berhiaskan poster Rambo yang super gede ini. hahahah
Kami karateka putri cuma berempat, jadi cukuplah untuk berdesak-desakan didalam sana.

Ada yang pernah liat bangunan bergambar rambo ini dipinggir jalan Nagoya? XD


Kabar sedihnya:
Sama seperti Pra-PON sebelumnya, kami tim karate Sulawesi Barat masih belum berhasil meloloskan diri satupun untuk melanjutkan laga di PON.
Sedih rasanya belum bisa membuktikan hasil keringat dan latihan keras kami selama ini kepada daerah melalui ajang bergengsi ini. T^T
Kami tidak pernah menuntut perhatian lebih dari pemerintah. Asal ada tiket pesawat, kami rela tinggal dimana saja, makan apa saja, karena yang utama bagi kami adalah, bisa berlatih, bertanding dan Juara. T^T


Mungkin Pra-PON selanjutnya :')

Ya udah...
Dari pada para readers juga ikutan sedih, ini aku share foto-foto kenangan selama di Batam.
Batam itu pulau kecil tapi udah maju banget, trus penduduk disana kebanyakan berbahasa Mandarin. Mereka sebahagian besar pendatang sih. Katanya, penduduk asli Batam itu tinggal di pesisir sebagai nelayan. Ini beneran??
Btw ini pengalaman pertama aku merasakan nuansa luar negeri dan menjadi kebule-bulean. #eh

see you! ^0^
Monday, 21 March 2011

the Chronology as an Athlete Official Manager

yay !
I'm back.

Jikalau ada yang nanya kenapa aku selama 3 hari ini ga nongol di chatbox kalian,

itu soalnya aku lagi menjalankan jihad sebagai official dalam ajang Kejuaraan Indonesia Timur (Kejurtim) Karate di luar kota.

Ini pengalaman pertamaku!

bener-bener menguras keringat, darah dan air mata.
kalo disuruh pilih yaa, mendingan aku jadi atletnya aja deh, tinggal bertanding, peralatan disediain and ga usah puyeng melototin bagan.

Sedikit pengalaman jadi official manager atlet bakal aku torehkan disini... hihihihi(?)

Awalnya, aku kira ini akan mudah.

NAMUN TERNYATA tidak~
hidupku dipertaruhkan disana.

Hari pertama aja udah 3 manusia yang bilang,

"wahhh kamu tambah kurus yahh?". "kok kurus?" ,"weh, napa kurus ko?!!"
Dalam hati ber yes-yes, tapi cacing di perut aku ga bohong pada ngamuk!
lapaaarrrrr...
dalam sehari cuma sempet makan setengah helai kue sus.
Sampai bingung antara mau nangis atau pingsan saja. 
Dan nyesek karena ngiler adalah se-nyesek nyeseknya nyesek.

Day 2
Wohoo sepatu kebanggaanku, kecelup di lumpur. 
Sedih? BANGET!

Dengan terpaksa aku pake sepatunya Tura, teman bereguku.

Ukurannya yang merasuk membuatku terisak-isak dalam hati.
size 37 mana muat ???


Mr. ApaBolehBuat menghantuiku.
Mrs. Pasrah juga datang berbelasungkawa.
Jadilah kaki aku yang size 39 ini menghuni sepatu Lotto itu.
Modelnya yang imut-imut membuatku serasa ingin menari balet saja.

Nasi! Eh Nasibb!

Belum selesai meratapi kaki yang menciut(?) dalam sepatu, satu lagi takdir Tuhan yang nyaris bikin aku nangis India adalah,
TAS PERLENGKAPAN KETINGGALAN!

Kenyataan yang paling sulit kuhadapi! anak-anak udah mau tanding woy.
Tanpa hand protector, shin guards, leg protector, head and body Protector.. bukannya bisa berlaga, yang ada malah kena dis!

Saat itu adalah keadaan dimana aku harus putar otak. Ini bukan ungkapan atau peribahasa yahh, aku bener-bener harus putar nih otak!

Tetapi sebelum aku fix niat menggelinding ke RS Wahidin buat operasi putar otak, sesosok yang seisi dunia udah kenal beliau, Senpai Daeng.......... terlihat datang mendekat dari ufuk barat~


Masalahnya adalah dia menuju ke tempat aku berdiri, dan masalahnya lagi... tas perlengkapan yang ketinggalan itu bukan mimpi...

huft... seandainya aja aku dengerin saran mama buat bawa tongkat sihir aku kemanapun pergi...

Tidak butuh berdetik-detik untuk Senpai bisa sampai ke 1 meter di depanku.

Aku masih hidup atau udah mati berdiri ala nabi Sulaiman itu urusan ke-200!
Yang terpenting sekarang adalah,
alasan jenis apa yang bisa aku paparkan tanpa resiko minimal jangan tsunami!
Aku panik menentukan ekspresi wajah yang mana dari semua ekspresi yang telah diciptakan Tuhan... yang cocok aku pajang saat itu...

"........................."

"Mamaaaaa!!"

Itu kata terakhirku dalam hati sebelum senpai bergegas pergi untuk meminjam perlegkapan bertanding dari siapapun dan bagaimanapun caranya!

Walaupun ternyata aku ngga kecipratan ultimatum, (toh memang bukan karena kecerobohan aku tas itu ketinggalan) tetep aja aku syedih ... Harus bisa bertahan disaat-saat seperti ini, yang benar memang jadi menarik saat diceritakan lagi di masa depan.

Tidak bisa tinggal diam, aku memberanikan diri deh buat ngemis head ama body protector... Ke tim lain.

Dan, Maha Suci Allah!
Dengan hanya bermodal wajah imut-imut suara terbata-bata dan ekspresi memprihatinkan, aku dikasih pinjam. terima kasih kawan~


Atlet kami tanding dehh, and you know what, they won gold medal! Yeach!

Dalam pertarungan yang seru itu, banyak aksi-aksi laga yang membuat tegang para penonton.

Selain pesta tampiling yang terkenal berasal dari kotaku, Majene. Lol
ada juga tuh pesta lempar kursi yang tau-tau dari provinsi A***n. 

Aku ga setuju banget!
Ada yah orang lempar kursi besi ke dalam arena pertandingan, ke arah atlet yang sedang bertanding pula!
emosi sih emosi, tapi gak usahlah pake acara buang-buang kursi!

Kalo tu atlet geger otak kan kasian.

Day 3
Karena yang bertanding sisa kelas kumite beregu, aku udah gak dibutuhin lagi buat jadi official! hahaha 

MERDEKA!!!
welcome my sendal swallow. 

Kaki aku sukses melepuh,tapi udah enak soalnya udah kena angin-angin.

(kebahagiaan yang cuma bisa dirasakan setelah kesusahan kaki terhimpit)

Hari perpisahan...
Walaupun capek belum hilang, tapi aku liat semuanya happy...

gak ada lagi tonjok-tonjokan
gak ada lagi suara mic panitia administrasi yang bertabrakan merdu antar tatami.
gak ada lagi sorakan-sorakan memberi semangat...
Yang ada hanya tawa, dan cipratan blitz kamera...

Juara Umum dong~
(In frame: Sihan Yani dan Senpai Daeng)
INKADO Majene Team

INKADO is the best! 

See you guys all in the next tournaments!

some miracles happened
  • Many of us successfully amazing. We dared to face our opponents! Such a great performance and winning!
  • I literally ate once a day hahaha
  • And one more, All of us became a champion! Alhamdulillah~

Mks, 2011-18/20

Osh...
Wednesday, 24 February 2010

Dilema LUAR BIASA

Aku...
bingung!

Masalahnya, aku tidak begitu pintar pelajaran di sekolah!
(tapi tidak bodoh juga sih)
lumayanlah..
Tapi... Bagaimanapun..

...

Intinya aku tidak cukup pintar, mungkin beberapa tingkat di atas "tidak terlalu bodoh"
Aku rata-rata gitu deh.

Atau bisa juga dibilang begini,
Aku kadang kesulitan dalam pelajaran sekolah.
Iya... Eh... Begitukah?
Atau,
Mungkin,
Begini,
Di sekolah, seharusnya aku belajar lebih mati-matian untuk LULUS UN! Belajar keras saja belum tentu lulus, gimana kalau tidak belajar?

Intinya aku bukan siswa yang layak untuk ketinggalan pelajaran. Bukan kapasitasku.

Huft.

Dan benar... Seharusnya menjelang UN ini aku fokus BELAJAR!
tapi kenyataannya adalah...

Aku harus membagi dua waktu, pikiran, masalah dan aktifitasku.

Sekolah VS Karate

> Sekolah:
  • Ujian bulan Maret
  • Dari sekarang belajar giat.(seharusnya)
  • Harus siap! Harus! TIDAK ADA KATA TIDAK SIAP!
> Karate:
  • Kejuaraan Nasional bulan Februari
  • Main di kelas Kata' Beregu (jadi kalau aku tidak pergi, yang jadi korban si Tura dan Fadilah)
  • Berpeluang juara!
  • Sangat diharapkan oleh Senpai
  • Karirku!
  • Dana ada woy (sesuatu yang jarang)
  • Latihan sudah mati-matian.
  • Cibubur (sangat rindu tempat itu)
> Kendala:
  • Berangkat, tapi semua teman-teman sekelasku pada sibuk persiapan UN! Aku dipastikan ketinggalan kapal!
  • Sungguh sudah mendekati UN
  • Merasa bodoh! Dan dengan bodohnya meninggalkan pelajaran di sekolah.
  • Kata-kata seseorang, (aku lupa siapa) "Memangnya karate bisa meluluskanmu?" -_-
> Kerugian tidak pergi:
  • Dihajar Tura dan Fadilah.
  • Hilang kesempatan juara.
  • Mengecewakan Senpai.
  • Sia-sia selama ini latihan.
  • Bye bye Cibubur!
TIDAAAAAAK!

> Keuntungan tidak pergi:
  • Bisa fokus belajar
  • ..
Cuma itu?
Woy! Aku pergi paling tidak lebih dari seminggu.
Apalah arti satu minggu?
(ya, mungkin bisa try out 20x, mengurangi tumpukan materi, dll)

Tapi kejuaraannya?
T^T

dilema
dilema
dilema

bingung...

Pilih mana ya?

Diam di rumah belajar, menyongsong UN, dengan hati sedih karena tidak ikut Kejurnas.
Atau,
Pergi berlaga dengan membawa semangat sportifitas yang berkobar-kobar tapi diliputi oleh perasaan-perasaan... TAKUT GAGAL UN?

Huaaaaaaaaaaaaaaaa

Februari,
Bulan penuh dilema.

Andaikan aku ada dua...
:} (masih waras?)
...
...
...

Hati kecilku berkata, "pergilah..." (:


Lah terus UN???
:(

Custom Post Signature