salted dreams sugary sea

Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts
Friday, 11 January 2019

REVIEW - SENKA Perfect Whip by SHISEIDO - Facewash No. 1 di Jepang

Halo semua!
Kali ini aku bakal menulis review singkat tentang facewash alias sabun cuci muka terbaik yang pernah aku coba, Senka Perfect Whip !

Facewash ini sudah aku pakai sejak tahun 2014, bermula dari dapat sample gratis size 20g, sampai saat ini yang harus nyetok beberapa persekali beli karena bisa dibilang belinya tak semudah membeli boncabe di indomaret. Mesti jastip dari Jepang atau nunggu ada diskonan dan promo free ongkir di Sociolla :3 Maklum, tinggalnya jauh dari hingar bingar kota yang penuh akan toko-toko produk import~

Packaging versi Taiwan
Mengapa SENKA Perfect Whip?

Pertama, packagingnya so cute ! >.< 
Yap, aku adalah jenis konsumen yang selain lemah akan diskon, juga gampang kemakan marketing in terms of desain kemasan suatu barang. Hahaha
Warna biru tenangnya elegan, desainnya minimalis, bikin kamar mandi makin enak diliat. (?)

Kedua, perusahaan produsennya meyakinkan~ Shiseido Co Ltd! Perusahaan ternama dari Jepang ini rasanya tidak perlu diragukan lagi, Produk ini diklaim cocok untuk segala jenis kulit. Walaupun ya... tetep, kosmetik tetap cocok cocokan sih, Lisa cocok, belum tentu Jennie juga cocok.

Ketiga, Tekstur busa dan aroma bunganya sangat lembut. Partikel sabunnya sangat kecil, jadi bisa membersihkan pori-pori wajah dari make up sampai bersih maksimal.  
Aku orangnya rajin cuci muka, tapi malas kalau sampai harus berstep-step. Dengan hanya pakai Senka Perfect Whip ini, aku tidak perlu pakai cleansing oil atau cleansing- cleansing yang lain, walaupun tiap hari pakai DD Cream/fondation. 

Hasilnya?

Kulit mukaku jadi lembab, kenyal, lembut, kencang, bersih dan yang paling penting adalah jauh dari jerawat. serius deh, pakai ini wajah kilang minyakku jadi jarang jerawatan!

Curhatan beberapa waktu yang lalu di insta story, hmm
Alasan selanjutnya~

Satu tube Senka Perfect Whip size 120g ini bisa kuhabiskan seorang diri selama 6 bulan lamanya. Hemat banget kan? Padahal aku rutin cuci muka, kadang lebih dari 3 kali sehari, kadang kepencet trus kebayakan, kadang dipakai diam-diam juga sama orang rumah... hmm, mengagumkan~

Next, Harganya bhaique!
Kemarin aku beli di Taiwan hanya sekitar Rp. 70.000, kalau beli di Watson, Sociolla atau web web berkisar antara Rp. 80 sampai 90.000 an. Murahlah yaa untuk seukuran produk Shiseido Co Ltd yang bisa dipakai selama satu semester. 

Packaging Versi Indonesia
Last but not least, in case ada yang ngerti dan care akan ingedients suatu produk secara mendetail sebelum membeli~~~

Ingredients:
Water, Stearic Acid, PEG-8, Myristic Acid, Potassium Hydroxide, Glycerin, Alchohol, Butylene Glycol, Glyceryl Stearate SE, Potassium Stearate,  Lauric Acid, Polyquaternium-7, Phytosteryl, Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Disodium EDTA, Fragrance.
(sumpah mata pusing pas nulis ini)

Well, itulah honest review dari aku, love this product so much~

See you bye!
Monday, 19 March 2018

I'm (seriously) Learning Japanese

こんにちは...!

Somehow, tiba-tiba ada motivasi dahsyat dari dalam sanubari untuk mulai serius belajar bahasa Jepang. Dari yang awalnya hanya wacana sebening roh Kaonashi, sampai akhirnya menjadi tekad seteguh Chihiro-chan. ほほほ Well, sudah 3 hari ini aku menjalankan schedule khusus yang kubuat sendiri, yaitu belajar bahasa Jepang 4 jam dalam sehari. 

Otodidak?
Alhamdulillah ngga, ada Sang Penutur Asli yang jauh disana siap mengajarkan dan ditanyai kapan saja. xD


Aku sadar, ada beberapa something yang menginspirasi dan memotivasiku cukup kuat kali ini, salah satunya adalah buku ini; 

すごい言葉 (Amazing Words). 

Buku ini pemberian dari Sang Penutur Asli tiga tahun yang lalu, dia kirim jauh-jauh gara-gara aku bilang gini, "I really wanna have Japanese book". (Dan akhirnya dikirimin sepaket sama snack-snack enak kwkw). So, aku pengen banget bisa baca buku ini. Ada tulisan romaji-nya sih, tapi bagaimanapun, buatku, ada perasaan-bahagia-tersendiri ketika bisa membaca tulisan kaligrafi Jepang.

Sejauh ini, aku udah bisa mengenali huruf Hiragana dan Katakana. Kadang aku bisa baca dengan mulus, kadang buta huruf trus nyontek catatan. Tapi kalau udah ketemu huruf Kanji, aku skip tanpa hati. xD

Anyway, buku ini bagus, seru, keren, menarik, sampulnya cute.


Motivasi selanjutnya; aku kan hobi banget koleksi (baca: download in illegal way) Anime, dorama Jepang, Ghiburi Movies dan sebangsanya, nah jadi aku mikir, pasti dunia ini akan jauh lebih indah kalau aku bisa menonton semuanya tanpa subtitle. Aku juga suka gemes, pengen ngomong the way kayak mereka ngomong, kayak; Kokkai! xD

Semoga kalau nanti Anime live action-nya Chihayafuru season 3 udah masuk Indonesia, aku udah bisa listening dikit-dikit. Aamiin. 

Catatan di dinding kamar.

Dan masih ada beberapa 'motivasi' lainnya~ 

Intinya, tidak ada ilmu yang sia-sia. Lagi pula, belajar bahasa asing sangat baik untuk mencegah alzeimer dan pikun dini. Semakin berumur, maka kemampuan otak dan memori manusia akan semakin melemah dalam hal belajar bahasa (someone told me this btw). Jadi, belajar hal baik sebanyak-banyaknya, mumpung otak masih encer.


がんばって, ぬな ちゃん!
Wednesday, 3 January 2018

Expirable SSEAYP Stuff that I Still Keep

"Selamat datang tahun 2018, Selamat tinggal tahun 2017"~

Penggalan puisi di atas mungkin sangat akrab di telinga anak-anak 90-an semasa SD. Sedikit bernostalgia, pada zaman dahulu kala setiap pergantian tahun, bapak ibu guru kadang memberi tugas mengarang puisi, yang judulnya ya kalimat itu tadi. Jadi tiap tahun cuma angkanya aja yang diganti. Kwkwk

Apakah ini juga ada di zaman SD kalian?   


Well... berbicara soal benda kadaluarsa (lah kapan lu berbicara soal itu?), Tadi pas bersih-bersih lemari, aku nemu beberapa barang-barang SSEAYP yang ternyata masih aku simpan sampai tahun ini, 2018. Hanya karena alasan 'sayang untuk dimakan' dan 'terlalu lucu', snack Jepang yang seharusnya aku makan 4 tahun yang lalu itu masih tersegel rapi dan tersimpan dengan aman sentausa di dalam sebuah kontainer kecil. 

Time does fly :')

Sejak pertama liat permen ini di JPY Snack Party,
aku udah nggak ada niat untuk makan.
Aku maunya koleksi aja gitu selama-lamanya,
soalnya gemes banget liat kelucuan permen ini.
Aku juga tidak sampai hati kalau harus merusak packagingnya.
Terakhir aku ingat-ingat, tanggal kadaluarsanya tuh masih lama.
dan entah karena emang waktu cepat banget berlalu, shock dah pas liat tanggal expirenya, 

tiga tahun lalu banget :')
Syukurlah aku udah sempat cobain permen ini, rasanya manis.
Tapi yah menurutku, permen ini lebih manis di mata dari pada di lidah xD

Yang ini bikin aku lebih shock lagi. Ternyata aku masih simpan Nori ini di dalam notebook. Yapp, waktu di kapal aku sempat jadiin ini bookmark. xD
Aku dulu tiap hari makan ini, enak dan original taste! Kadang nyelipin di kantong A1 buat kucemil nanti. Lol
Ga perlu nyari tanggal expirenya, dari warnanya aja yang dari ijo berubah jadi coklat udah bikin ngeri. Walaupun plastik pembungkusnya masih sempurna, p
asti banyak banget bakterinya. Ini rumput laut Legend. Aku yakin ini satu-satunya Nori Ms. Nippon Maru tahun 2014 yang masih tersisa :') Pokoknya aku ngga mau buang ini. T^T

Next, puding matcha...
Sedih karena ini pure kelupaan dimakan. T^T
Ini juga aku comot di JPY Snack Party. 
Pengen rasanya masuk ke lorong waktu dan kembali ke beberapa bulan sebelum pudingnya expire. Pasti ini enak banget 4 tahun lalu.
Atau jangan-jangan maksudnya itu expired tanggal 15 Januari 2029???
*positive thinking*

Obat kumur lucu ini juga masih ada, dibagikan pas hari pertama di Tokyo.
Aku cuma pakai satu kali selama di kapal, soalnya aku udah bawa Listerine greentea yang menurutku lebih menyegarkan.
By the way ini expire bulan Mei tahun ini.
Ada yang mau kumur-kumur ambassador??

Selanjutnya Hand Cream by Kiss Me yang aku beli di sebuah toko di Asakusa.
Jadi, beberapa hari setelah tiba di Jepang, tanganku terkelupas parah karena kering.
Padahal waktu itu masih Autumn, gimana kalau aku adaptasi Winter yak? Mungkin aku sudah ganti kulit seluruh tubuh. Kwkwk.
Well, aku suka banget sama hand cream ini, aromanya kayak obat gitu and it's really works well! Telapak tanganku yang bak kena azab jadi lembab dan perlahan ganti kulitnya berhenti. Sampai sekarang aku masih simpan hand cream ini, ga ada tanggal kadaluarsanya. Apa itu berarti, aku bisa pakai ini selama-lamanya? :')

Lagi-lagi ini mubajir gara-gara disayang-sayang trus lupa dipake. T^T
Ini salah satu dari sekian produk sponsor yang dibagikan di kapal Nippon Maru.

Kalau tidak salah ini baru aku pakai sekali, itupun cuma dituang ke tangan doang biar tahu baunya kayak apa.
Sea Breeze, dari namanya aja udah kelihatan seger banget kalau dipakai tiap mandi. Namun apa daya, sudah 4 tahun berlalu, warna airnya terlihat keruh dan menggumpal di dasar botol.
Ah dasar Nuna.

Water in Lip by Shiseido. Ini wajib punya kalau di Jepang.
Aku beli di Asakusa juga, alasan beli: karena lucu xD
Dan selain itu, lip balm yang aku punya sama sekali tidak mempan mengatasi bibir pecah-pecahku yang udah kayak sawah pas paceklik(?)
And of course, lip balm Shiseido ini bagus banget. Lembabnya tahan lama dan wanginya juga enak. Iya, 4 tahun yang lalu~

Last but not least, masih dari brand terkemuka milik Jepang, Shiseido ~
Jadi yang baru liat, ini namanya FWB, Fullmake Washable Base.
Ini tuh sejenis cream yang digunakan sebagai base make-up, yang jikalau diapply, make-up semenor apapun akan jadi washable banget, alias bisa hilang dalam sekejap hanya dengan dibasuh air. Dan... sudah kubuktikan sendiri ^0^
Ini kemasan sample yang juga merupakan gratisan dari sponsor. Untung setengahnya sudah kupakai, masih ada 3 sachet tersisa, yang lagi-lagi, sudah expired.

Jadi itulah daftar barang-barang legend peninggalan program SSEAYP tahun 2014, yang pada waktu bernilai guna tinggi, aku tidak tega gunakan, dan pas jadi 'syampah', aku tidak tega buang.
Biarlah ini kusimpan selamanya, dan menjadi saksi bisu akan kenanganku (dan kebiasaanku mengoleksi benda-benda lucu) semasa jadi IPY~
Saturday, 1 July 2017

Oh... Begini Ya Jadi Anak Kost

Bekerja di sebuah kota besar, jauh dari rumah dan keluarga memang selalu menyimpan cerita unik dan pengalaman tersendiri.
Iya, ter-sendiri... xD

Sebelumnya, aku belum pernah yang namanya tinggal di kost-kostan, hidup bertetangga dengan orang-orang baru, dimana toilet, dapur serta tempat jemuran digunakan sebagai fasilitas bersama. 

Aku juga belum pernah punya Ibu Kost sebelumnya (ya iyalah, kan pertama ngekost!). Dari legenda-legenda yang pernah aku dengar tentang ke-galak-an seorang Ibu Kost, setelah hari ini aku yakin bahwa ternyata legenda-legenda itu memang bukan hanya sebatas isapan cerpen belaka. They are exist!

Kalau Ibu Kost ku, dia seorang wanita berusia sekitar 60-an tahun, etnis Tionghoa, disiplin, perfeksionis dan sangat mengedepankan kebersihan. 

Dia bisa merasakan sebutir debu berukuran sepersekian nanometer yang dia injak saat melintas di depan kamarku, atau setitik air yang lupa dilap di teras jemuran. Dia juga mempermasalahkan rambut-rambut jatuh yang terjebak di saluran air lantai kamar mandi. Dan yang paling luar biasa adalah, hanya dengan mendengar suara frekuensi kloset-disiram-air dari lantai bawah, dia bisa mengetahui siapa yang sedang berada di dalam toilet, karena katanya, style menyiram kloset kami berbeda-beda. 

Ah, di dalam toilet pun harus behave saat menyiram kloset. lol

Dia kadang berkomentar tanpa ampun, tetapi dengan cara manusiawi sehingga para penghuni kost tetap hidup dalam damai.


Pada suatu malam, hanya aku penghuni yang stay di kostan. Saat keluar kamar, aku mendapati Ibu Kost sedang termenung sendirian di teras berhiaskan jejeran jemuran yang masih basah. Aku mendekat dan menyapanya, lalu obrolan panjang pun tak terelakkan.

Ah, ternyata Ibu Kost ku yang super strict ini nyambung diajak gibah xD

Dia menceritakan semua kisah yang bisa dia ceritakan. Mulai dari awal mula merintis usaha kost-kostan, masa-masa sulit saat tidak ada uang dan harus meminjam ke saudara, cerita pilu saat anak kost paling setianya ternyata hamil (yang ini sambil nunjuk orangnya langsung yang kebetulan sedang lewat di depan gang), juga pengalaman saat kedatangan calon penghuni yang tidak sesuai dengan nalarnya.

"Nuna, masa itu anak gadis bilang, bu boleh ngajak pacar nginap disini kan?" woyy xD
"Saya bilangi... Itu orang tuamu di kampung setengah mati cari uang bayarkan sekolahmu, tapi kau malah rusak-rusak dirimu disini..."

Dialek dan ekspresinya yang khas membuatku ngakak tak terkontrol dalam hati, sambil manggut-manggut setuju dengan tindakannya. Benar... seperti inilah seharusnya karakter seluruh ibu-ibu kost yang ada di muka bumi... Melindungi moral anak bangsa.

Aku kagum dan mulai sayang sama Ibu Kost ini, semua peraturan ketat yang dia buat semata-mata demi kebaikan bersama. Dan tenyata tidak sulit mengambil hatinya, hanya dengan menjadi pendengar yang baik malam itu, hari-hari selanjutnya dia menjadi lebih ramah dari sebelumnya. Yaa tetapi tetap, tidak boleh ada pasir di depan kamar.

Sekian tentang Ibu Kost andalanku <3

Berikut aku share potret-potret kehidupanku selama nge-kost.
Selama ada isi dompet dan bisa masak, semua akan aman-aman saja dan segalanya menjadi kesenangan tersendiri.

Iya, ter-sendiri~

Ini waktu unboxing barang-barang di hari pertama. 
Dibantuin pindahan sama adek Nurul, teman kantor hoho
Kamarku~ Rp. 500ribu perbulan (sudah termasuk air) + sewa kasur 15ribu
belum termasuk voucher listrik, sampah, dan biaya kebersihan bulanan.
Kitchen Set
Ini punya Kak Ame, aku sempat cobain dikit. Sejenis micin dari jamur khusus vegetarian.
Makanan jadi lezat. Tapi aku cari label halalnya kok ga ada!?
Olive oil biar tetap sehat dong~        Belum ada rice cooker xD
Menu andalan Anak Kost HQQ
Ngga sengaja banget jatuhin telor ke lantai xD ini diplester aman kan? haha
Kadang niat masak, kadang beli, kadang pasrah.
Siang-siang panas ga ada AC, makan Ice Cream pun jadi.

Tuesday, 12 July 2016

Unconditional Photographer

Empat tahun berprofesi sebagai freelance part-time fotografer di kota Majene, cukup membuatku paham dan akrab dengan manis asam asinnya kehidupan menjadi seorang Tukang Foto. 

Alhamdulillah aku sudah AGAK dikenal baik di kota ini sebagai seorang fotografer perempuan, yang Alhamdulillah (lagi), dipercaya selalu berusaha menciptakan foto terbaik demi membahagiakan klien. 

Entah dosa apa, aku sering banget dapat rejeki orderan motret tiba-tiba. 

Dapat telepon pas lagi setengah bobo siang, 
"Nuna, hari ini motret bisa?"
"Bisa, jam berapa kak?"
"Sekarang."
"..."

Begitulah bunyinya~
Padahal sebagai seseorang (yang berusaha menjadi) profesional, seharusnya membuat janji minimal sehari sebelumnya kan...? Namun sepertinya itu hanya sistem khayalan belaka dan tidak berlaku bagiku. Jadwal motretku sudah diatur sama Yang Di Atas, dan aku harus selalu siap dalam kondisi apapun.


Minggu lalu di bulan Ramadhan ini, aku menerima job motret pre-wedding yang ketika di lokasi, situasi dan kondisinya benar-benar menguji kewarasanku. Aku sudah sering berada di situasi seperti itu, tetapi untuk sesi foto kali ini, aku akui ini tantangan tersulit.

Bukan kesalahan klien, melainkan aku yang sampai sekarang memang belum memiliki peralatan fotografi yang lengkap. Aku bahkan tidak punya flash external, sejak flashku dihilangkan oleh rekan fotografer beberapa waktu yang lalu. T^T

Jadi, klienku ini bermaksud melakukan foto prewedding di sebuah villa pada sore hari. Aku beri saran untuk ready dan start tepat pukul 15.00 WITA agar pencahayaannya bagus dan hasilnya maksimal. Namun ternyata takdir berkata lain, klienku masih bergelut perihal perkara salon pada jam-jam rawan sekitar pukul 4.00 pm, dan baru beres di make-up pada pukul 5 sore. xD 

Ya sudah, hal ini memang hampir selalu terjadi. Aku ikhlas dan memanjatkan doa dalam hati, semoga hari ini sang surya bersinar lebih lama di langit.

Tiba di lokasi, aku terperangah kaku karena baru tahu kalau ternyata kami akan melakukan 3 (tiga) sesi pemotretan, dan klien sudah menyiapkan tiga kostum yang berbeda. Juga karena salah satu dari mereka harus kembali ke luar kota untuk bekerja esok hari, foto sesi pre-wedding ini harus selesai hari ini juga.

Dari pada mimisan tak berujung, aku memilih memancarkan senyuman maut. xD

Indoor Session
Setelah semuanya siap, kami pun akhirnya start pada pukul 5.20 pm. Syukurlah klien kali ini cukup fotogenic, tidak kaku dan mampu berekspresi serta bergaya suka-suka tanpa harus diarahkan setiap saat. 

Ini adalah 'mengejar matahari' dalam artian yang sesungguhnya, dan tentu saja aku memaksimalkan jepretan demi jepretan di sesi outdoor ini agar sekiranya mendapat pencahayaan yang... tidak terlalu mengundang dunia per-photoshop-an. Kalau di sesi indoor nanti, ah aku pasrah xD urusan nanti diurus nanti.

Entah ini pengaruh keroncongan karena puasa, atau memang karena terdesak cahaya matahari yang sudah on the way ke barat, sesi outdoor berhasil aku selesaikan dengan sangat cepat. Hanya bermodalkan Canon 1100D dan strap-nya sebagai aksesoris tambahan satu-satunya, Alhamdulillah hasil fotonya sesuai dengan keinginan klien. Yeay!

Outdoor session
Setelah berganti kostum (yang memakan waktu lebih lama dari sesi fotonya), tiba saatnya melakukan pemotretan sesi indoor.

Pukul 5.50 pm, tanpa cahaya matahari, tanpa flash... Yang ada hanya secercah cahaya lampu-lampu mewah nan remang dalam ruangan lobi villa itu.

Tidak rela jika hasil fotonya terlihat standar, disituasi sangat tidak berstandar ini, aku memilih untuk kekeuh 'membanting' ISO dan ‘memutar’ otak dari pada harus memakai flash kamera internal sebagai jalan pintas. Itu karena aku tidak akan suka hasilnya dan tidak bersemangat untuk itu. Toh ada noiseware dan tools penolong fotografer lainnya. Yang terpenting adalah, gambarnya tajam dan fokus. #Sikap

The Sibukers Crew
Bagaimanapun, kebahagiaan klien tetap nomor satu, dan itu adalah bayaran yang lebih mahal dari sekedar selebaran rupiah. (Aku tidak bilang ini gratis kwkw) Tetapi jika kliennya tidak suka dengan hasil fotonya, rasanya tidak enak untuk menerima bayarannya. hehehe

Untuk kesekian kalinya... Alhamdulillah. Momok paling menakutkan bagi setiap insan fotografer, memotret indoor di malam hari tanpa flash akhirnya berhasil aku lewati dengan baik. Sebaik aku menghadapi dan menerima semuanya dengan senyum semangat. Aku yakin setelah ini, tidak akan ada lagi penghalang untuk setiap sesi pemotretan pre-wedding perihal pencahayaan, yang lebih berat daripada ini. Asal jangan minta sesi underwater saja. xD

The best 'indoor' result. Terima kasih Photoshop :')
Semoga berbahagia!
Friday, 16 August 2013

Such a Mysterious Talent

Pernah nggak sih merasa bahwa ada kekuatan super tersimpan di dalam diri kalian?
Apa kalian pernah mengalami, tiba-tiba saja mampu melakukan suatu hal yang... sebelumnya itu di luar batas kemampuan kalian?
Sejauh ini, apakah kalian 100% menyadari, apa-apa saja bakat yang kalian punya?

Tenang! Eike tidak sedang membicarakan hal-hal gaib, atau berniat mengangkat dalil tentang kebenaran kekuatan super milik Ultraman Gaia.


Beberapa waktu yang lalu, aku iseng banget menggambar-gambar ilustrasi vector di CorelDRAW. Aku belum pernah belajar cara menggambar vector sebelumnya, yang aku tahu hanya sebatas fungsi-fungsi tools dasar CorelDRAW, itupun tidak seberapa.

Aku bahkan tidak qualified menggambar wajah manusia dengan pensil atau cat air di atas kertas. Kalau menggambar versi chibi, aku sih bisa.

Namun saat kucoba menggambar ilustrasi di CorelDRAW untuk pertama kalinya, aku seolah mengerti apa yang sedang kulakukan. Aku menggambar wajahku sendiri dengan menggunakan mouse, memberi warna dan efek shading, memperbaiki bagian yang tidak mirip dan mempercantik bentuk bagian-bagian tertentu. Mata tiba-tiba mirip, hidung mirip, bibir mirip, lalu kuselesaikan DENGAN MUDAHNYA... seolah aku berbakat melakukan ini.


Yang membuat aku merinding adalah, karena selama ini, aku menganggap bahwa melukis digital itu adalah hal yang benar-benar sulit. Butuh skill khusus dari lahir, butuh kursus atau paling tidak mesti diajari dulu oleh ahlinya. Namun dengan begitu saja aku bisa melakukannya tanpa menemukan kesulitan yang berarti.

Para ilustrator beneran pasti mengerti maksudku. Menggambar ilustrasi yang mirip dengan objek aslinya, tidak sesederhana belajar make-up  atau tutorial hijab yang bisa dikuasai hanya dengan menonton video-video di Youtube.


...


Well! Hari demi hari ku gali dan ku asah kekuatan super ini, sampai akhirnya menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Orderan berdatangan sejak ku posting ilustrasi-ilustrasi yang secara misterius berhasil kugambar. 


Aku tidak sedang memamerkan bakat otodidak ini, juga tidak sedang promosi jasa ilustrasi vector. Hanya sangat penasaran... Apa banyak yang mengalami hal misterius seperti ini?


Entah apalagi yang aku bisa...
Tuesday, 4 June 2013

Bye bye Poni

Assalamualaikum Wr.Wb.

Aku pikir, aku masih punya lebih banyak waktu untuk melewatkan hari-hariku sebagai seorang Poniers. Namun ternyata 'sesuatu' itu datang lebih awal dari yang aku kira. Sesuatu yang aku tidak yakin itu namanya, tetapi orang-orang sering menyebutnya dengan istilah 'hidayah'. Entahlah... Aku menyebut ini, kebutuhan. 

Memakai Jilbab.


Entah sejak kapan, style rambut kejepang-jepangan ala harajuku yang kuanut sejak SMP ini mulai membuatku merasa tidak nyaman ketika berada di tempat umum. Mungkin karena pengaruh usia yang sudah memasuki tahap adult, atau karena sedang trend-nya style hijabers yang kian merebak akhir-akhir ini. Bukan karena mau ikut-ikutan trend, tetapi kemana-mana jalan bareng orang-orang berjilbab. Dimana-mana nemu komplotan hijabers. Ini semua orang memang sudah insyaf ya?

Karena itu, aku sangat sering menerima nasehat/kritikan/saran dari teman-temanku, untuk segera memakai jilbab. Agar (katanya) lebih sopan, lebih rapi, lebih bersih dan sebagainya.


Pertanyaan: Memangnya dengan rambut terkuncir seperti ini, aku terlihat tidak sopan, tidak rapi dan kotor di mata kalian? Hahaha


Sebenarnya, sama sekali tidak ada masalah ataupun kendala untuk aku mulai berjilbab detik ini juga. Hanya kepikirannya saja yang belum.
Aku tidak masalah dengan semua pakaian-pakaian lamaku yang ada di dalam lemari untuk seketika dipadu padankan dengan jilbab, secara semua pakaianku berlengan panjang dan tertutup.
Aku juga tidak masalah dengan karier ku di karate, karena sejak memasuki kelas -21, aku sudah jarang mengikuti pertandingan, latihan pun sudah tidak se-gila dulu.

Kesibukanku hanya seputar kuliah, hunting foto, bertempur di depan laptop dan sesekali hangout bersama teman-teman.


Dengan segala komentar miring, nasehat dan wejangan dari manusia-manusia itu, akhirnya rasa ketidaknyamanan ini perlahan menyusup ke kalbu dan sukma(?). Mereka benar... Menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap perempuan muslim.

Tetapi itu tidak serta merta membuatku kalap belanja jilbab, lalu kemudian mengenakannya saat itu juga, tidak. Aku harus punya dorongan yang lebih mumpuni(?) dan murni karena keinginan pribadi. Bukan memakai jilbab hanya karena sekedar risih dengan pendapat orang-orang.

Sampai pada suatu ketika...

Aku dan mama menghadiri acara keluarga yang bernuansa religius. Banyak keluarga dan agamawan yang hadir. Sebenarnya, keluarga besarku memang hidup dalam ruang lingkup kereligiusan yang kental. Kami seringkali mengadakan acara keluarga dan melibatkan tokoh-tokoh agama untuk bershalawat dan berdoa bersama. 

Disana, aku melihat wanita-wanita yang mengenakan jilbab, dan ada juga yang tidak. Seketika perasaanku berkecamuk, lalu mulai kearah membanding-bandingkan kedua objek itu. Yang berjilbab terlihat lebih anggun, elegan, bersih, rapi dan cantik. Sedangkan yang tidak berjilbab terlihat berantakan dengan rambut tergerai, panas, tidak anggun, tidak rapi dan sebagainya. Aku tersadar, beginilah pandangan orang-orang saat melihatku berada di antara perempuan-perempuan berjilbab. Hiks, ternyata aku tidak se-keren yang kukira.

Aku berpikir, kalau logika ku saja mengakui bahwa yang berjilbab terlihat lebih baik, kenapa aku masih bertahan dengan poni ini? Kalau pikiran bawah sadar ku saja setuju kalau berjilbab itu ibadah, kenapa aku masih tidak berjilbab?

Yeah! Akhirnya aku menemukan alasan yang lahir dari isi kepalaku sendiri. 
Tidak ada urusannya dengan pendapat orang-orang ataupun trend, sejak hari itu aku mantap untuk mulai belajar memasang jilbab.

Aku ingin menjadi lebih baik. Bismillah~ 

Desir pasir di padang tandus... segersang pemikiran hati~
Walaupun belum sempurna, setidaknya aku mulai merasakan kenyamanan yang hakiki dibalik lilitan jilbab sederhana ini. Aku memulainya dengan berjilbab setiap pergi ke kampus, atau saat keluar rumah yang jaraknya jauh. Kalau sekedar beli pulsa di blok sebelah, atau ke warung samping rumah beli odol, yah Tuhan maaf, hamba masih pake kaos gombrang dan celana puntung :D

Waktu demi waktu berlalu, aku mulai memanjangkan poni agar mudah terikat saat memakai jilbab. Rasanya sedih juga. Bagaimanapun ini model rambut kebanggaanku! hahaha... Tapi biarlah style rambut ala Aelke Mariska ini kunikmati lewat foto-foto lama saja. Cukup gayai(?) di rumah saja, toh tidak ada faedahnya bergaya di tempat umum. Untuk apa? Biar ada yang tawari jadi KPOP Idol? 

Sekian kisah tentang perjalananku dalam menemukan serpihan hidayah ini, semoga serpihan-serpihan sisanya dapat aku temukan seiring waktu.

Wassalamualaikum Wr.Wb. 



NB:
Ini postingan ter-syar'i dan terkalem sejauh ini xD
Tuesday, 2 April 2013

Hampir Jadi Pacar Kim Hyun Joong

Bulan Maret lalu, untuk pertama kalinya aku mendaftar Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Sulawesi Barat di Kota Mamuju. Informasi tentang event tahunan ini aku dapat dari teman SMA, yang juga merupakan salah satu alumni PPAN untuk program ICYEP (Indonesia-Canada Youth Exchange Program) tahun lalu. Jadi persiapanku untuk mengikuti seleksi ini sudah sejak pertengahan tahun 2012. Mulai dari latihan ngomong bahasa Inggris, seni dan kebudayaan, pengetahuan umum, update baca news informasi serta isu-isu lokal dan internasional. Pokoknya semuanya aku persiapkan, sampai nyanyi lagu adat dan menari pun terlintas dipikiranku untuk aku tampilkan di seleksi nanti atau tidak. Aku mau ini maksimal. 

Setelah pengumuman daftar kuota program untuk Sulawesi Barat rilis, aku agak sedikit bermuram durja, soalnya tahun ini Sulawesi Barat tidak kebagian program yang ke negara Jepang, yaitu SSEAYP (Kapal Pemuda ASEAN). Yang ada hanya program AIYEP (Australia-Indonesia), IKYEP (Indonesia-Korea Selatan), IMYEP (Indonesia-Malaysia) dan ChiYEP (China-Indonesia).

Karena PPAN adalah program once in a lifetime experience, aku agak galau apa harus benar-benar melanjutkan niat untuk mengikuti seleksi tahun ini atau tidak. Aku pikir kalau ikut program IKYEP pun akan sama bagusnya, tetapi sekali aku lolos di program IKYEP, aku ngga akan bisa lagi daftar program SSEAYP selama-lamanya, yang mungkin kuotanya akan ada tahun depan. Hiks... *batinku sedih kepedean yakin lolos*

Yah, karena sudah terlanjur mempersiapkan diri, rasanya tidak ada salahnya untuk ikut seleksi tahun ini. Semua sudah diatur jalannya, aku hanya perlu berusaha maksimal dan memanfaatkan semua kesempatan yang ada. 

Akhirnya aku apply program IKYEP. Bagaimanapun juga, aku adalah seorang Kpopers dan pecinta drama Korea. Kali aja kalau aku benar-benar lolos ke Korea, Aku bisa ketemu sama oppa tercintzah Kim Hyun Joong, trus aku ditembak dan jadi pacarnya! OMG
(Mau wakili Indonesia jadi Duta Bangsa, tapi niatnya udah sesat gini bok)


Hari Seleksi pun tiba. Aku bertemu dengan banyak pemuda-pemudi luar biasa dari seluruh penjuru provinsi Sulawesi Barat. Awalnya aku pikir ini adalah sebuah persaingan kalah menang bak pertarungan karate, tetapi berlelah-lelah selama 3 hari bersama, berdiskusi, bernyanyi, berjoget-joget, nge-cheers, tertawa menangis bersama-sama, membuatku sadar akan banyak sesuatu hal, tetapi yang paling aku sadari adalah, mengikuti seleksi tahun ini adalah salah satu keputusan paling benar yang pernah aku ambil. Aku sangat beruntung bisa ada di antara orang-orang ini. Aku belajar banyak hal, aku mendapatkan banyak teman baru, pengalaman dan semangat baru. Aku benar-benar senang ada disini.

Yang menjadi tim penyeleksi di seleksi PPAN ini adalah pure alumni PPAN itu sendiri, yaitu PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia), yang belum cukup 10 orang. Yap, Sulawesi Barat mulai mengikuti ajang yang dinaungi Kemenpora Indonesia ini sejak 2009. Jadi kakak-kakak PCMI-nya masih sedikit.

Aku melalui semua tahap seleksi dengan sebaik-baiknya yang aku bisa. Di tahap interview lumayan gugup, tetapi dengan semaksimal mungkin memperagakan gaya duduk terbaik ala peserta wawancara (yang video tutorialnya sudah aku Google sejak jauh-jauh hari).

Saat sesi test pengetahuan umum, kalau tidak salah, aku salah menebak beberapa bendera negara-negara di dunia. Juga saat harus menjawab soal tentang nama-nama Tokoh Nasional. Kalau sudah nge-blank, kadang kunamai mereka sesuka hati. Seperti, foto Bapak Roy Suryo, aku jawab Andi Mallarangeng. 

Selanjutnya di sesi culture and art performace, Aku menampilkan seni gerak (Kata) beladiri Karate. Cuma itu skill mendalam yang aku punya. Alhamdulillah sukses dan berhasil menggetarkan aula lantai tiga Kantor Gubernur Provinsi Sulbar. 

Penampilanku yang lain yaitu menyanyi lagu adat Mandar, judulnya Teluk Mandar (biar ada sentuhan culture-culture-nya gitu) sambil bermain gitar. Tapi saking nervousnya, aku malah lupa chord plus jemari mati rasa. Akhirnya diminta kakak panitia menyanyi (dengan suara ala kadarnya) tanpa gitar. Hahaha

Sesi demi sesi terlewati, akhirnya tiba di hari pengumuman 5 besar untuk masing-masing program (jadi total peserta yang lolos ke sesi akhir ada 20 orang). Aku masuk 5 besar untuk program IKYEP, yang berarti tinggal satu tahap lagi, yaitu sesi presentasi yang topiknya telah ditentukan. yaitu 'Youth'.

Kami peserta 20 besar sukses begadang. Kegiatan seleksi hari itu selesai pukul 01.00 malam, dan presentasi dimulai besok pagi pukul 09.00. Ini tahap paling mengguncang jiwa. Presentasiku selesai pukul setengah lima pagi, lalu menyempatkan tidur nyenyak sebentar. Paginya temanku bilang kalau semalam aku ngorok. kwkwk Aku yakin itu tidur paling lelapku selama hidup.

Sesi presentasinya dilakukan dalam full berbahasa Inggris. Walaupun lagi-lagi gugup dengan skill English speaking masih belepotan, aku melakukannya semaksimal mungkin. Ini tahap akhir... sedikit lagi... sedikit lagi!

Entah ilham dari mana (atau mungkin takabbur kepedean) aku yakin sekali akan lolos. Okay, Aku memang punya karakter optimis atas segala hal. Kalau tidak optimis, ngapain aku ikut seleksi? Optimis itu penting, dengan kadar yang seimbang tentunya. 

Tiba saatnya pengumuman akhir, malam terakhir seleksi dengan rasa lelah yang sudah tidak bisa diutarakan dengan kata-kata. Lampu dimatikan dan nama-nama pemenang diumumkan melalui slide power point dengan sorotan proyektor yang membentuk screen besar di dinding aula. Keren~

Satu persatu program diumumkan pemenang 1, 2 dan 3 nya. Dan... sebagai program yang paling banyak pendaftarnya (rata-rata pasti fangirl kpop), IKYEP menjadi program yang diumumkan paling akhir. 

Cukup mengharukan saat menyaksikan ekspresi kemenangan para calon duta yang menempati posisi pertama di program AIYEP, IMYEP dan ChiYEP. Semuanya menangis. Ada yang bahagia, ada yang kecewa?

IKYEP pun diumumkan, dan... Aku terpaku.


Nyaris saja aku jadi pacarnya Kim Hyun Joong... 


Syukurlah karakter optimisku dibekali plugin sifat siap gagal (mungkin karena udah sering kalah bertanding karate + bonyok) Namun ternyata ke-optimisanku tidak salah-salah amat, nama dan fotoku di slide itu ada di urutan ke-2. Sedikit perasaan sedih, tetapi tidak lama. Bagaimanapun inilah hasilnya, dan kembali lagi, bisa berada disini sudah sangat berarti bagiku. Lagi pula dari awal, ini bukan program yang niat kuperjuangkan sampai berdarah-darah. 

Yeay! Lelah yang berfaedah. Terima kasih atas kesempatan berharga ini!



Jadi begitulah kisah tragis tentang kandasnya kesempatanku untuk ditembak Kim Hyun Joong di Pulau Jeju. Hari-hari setelah seleksi, aku beristirahat full, rindu teman-teman Persekawanan (nama angkatan seleksi PPAN Sulbar 2013). Aku akui setiap menonton drama Korea atau siaran LBS sampai hari ini, melihat kota Seoul di TV, membuatku berlirih, "uh nyaris~" xD


Namun disisi lain, aku benar-benar bersemangat! Semoga di tahun depan ada kuota putri program SSEAYP untuk Sulawesi Barat. Kalau tidak ada aral melintang, aku berjanji itu akan menjadi perjuanganku yang sesungguhnya, karena Jepang adalah impian. (:



Well... Sampai ketemu di seleksi PPAN tahun depan~

Custom Post Signature