salted dreams sugary sea

Showing posts with label Blog Competition. Show all posts
Showing posts with label Blog Competition. Show all posts
Thursday, 21 February 2019

Sejenak Berkhayal: Liburan ke Hainan Bareng H.I.S. Travel

Aku selalu merasa terpanggil untuk menulis sesuatu di blog ini, setiap kali aku menemukan informasi yang berpotensi membawa kebahagiaan antar sesama. Entah karena alasan ingin produktif sebagai seorang blogger, atau hanya karena ingin melakukan peregangan otak demi sejenak melupakan tumpukan pekerjaan di kantor.

Sebuah siang terik yang panas berdebu, aku berpapasan dengan salah satu postingan akun Instagram @histravelindonesia. Tulisannya tepat seperti ini:

“Tulis segala hal yang bisa kamu temukan di Hainan!”


Bak menemukan oasis di tengah gurun pasir, setelah sekian lama menanti, akhirnya ada lomba menulis blog yang sesuai dengan passionku --> diminta berkhayal yang indah-indah. xD

Yha... aku setuju sih kalau ini lebih terdengar seperti fatamorgana dari pada oasis. Hahaha. Tapi menurutku, sama seperti harapan, khayalan juga adalah doa. benar bukan?

(Image source: HIS Travel Indonesia)

Aku sudah pernah membaca tentang keistimewaan destinasi wisata Hainan sebelumnya, namun informasi mengenai HIS Travel sendiri, jujur baru pertama kali kucari tahu waktu itu. Jadi, sebelum kulanjutkan mimpi indah ini, kugoogling HIS Travel dengan saksama dan... hasilnya cukup menarik perhatian. 


Ternyata HIS Travel adalah salah satu travel agent terbaik di Jepang yang sudah berdiri sejak 38 tahun yang lalu. Perusahaan bernama H.I.S. ini telah memiliki 233 cabang di dunia yang tersebar di 66 negara, termasuk Indonesia. (source: wikipedia) Woww... Sugoi ne!

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh salah seorang sahabatku yang merupakan seorang Japanese:


Kalau ukurannya sudah menjadi yang terbaik di Jepang, sudah pasti masuk list terbaik di dunia juga. Well, Jangankan berkhayal, liburan ke Hainan beneran pun aku BERANI! Kalo bareng HIS Travel! Hehehe~

Nah, buat yang belum tahu, Hainan adalah provinsi di China berwujud pulau yang terletak di sebelah selatan daratan luas negeri tirai bambu tersebut. Walaupun merupakan bagian dari wilayah China, tetapi iklimnya tropis seperti di Indonesia. Jadi teruntuk kalian yang tidak kuat dengan cuaca dingin, tak perlu khawatir akan membeku disana yaa~

(Image source: Macau Business)

Menurutku, Hainan Tour adalah paket komplit untuk sebuah destinasi liburan. Disana siapapun bisa menikmati pemandangan alam yang menakjubkan sekaligus menyisiri penampakan kota modern yang megah. Mau wisata budaya dan sejarah juga bisa. Belanja sambil kulineran? Hmm~ di Hainan-lah tempatnya.


Kalau diminta berkhayal tentang hal-hal yang bisa kutemukan dan kulakukan di Hainan, Ini list yang sudah aku buat:


1. Landmark adalah koentji~

Aku yakin, kita semua sudah pernah menonton serial TV, Kera Sakti di waktu kecil... Ini bukan tentang Sung Gokong, apalagi Chu Patkai!! Di Hainan, kita bisa bernostalgia, kembali ke 2000an, lalu menghayati dengan khidmat patung suci Dewi Kwan Im ini~ 

Di Indonesia juga ada banyak sih Patung Dewi Kwan Im, tetapi yang di Hainan adalah yang termegah.

(Image source: Libgar)

Patung Buddha setinggi 108 meter ini merupakan landmark provinsi Hainan yang terletak di Nanshan Cultural Tourism Zone, Sanya, dimana juga merupakan patung ke-4 tertinggi di dunia. Ini adalah list yang wajib tercentang kalau aku sudah berada Hainan nanti. Berfoto bareng sang Dewi Kwan Im.


2. HAINAN, Hawaii-nya China, yang ada rasa Bali-nya

"Boro-boro ke Bali, ke Hawaii saja aku belum pernah..." :( #kayakkebalik

Nah, di Hainan ada pantai Yalong Bay, yang disebut-sebut sangat mirip dengan pantai di Hawaii. Memang benar, semakin kuperhatikan foto-fotonya, rasanya semakin ingin kumenari hula-hula~

(Image source: landbeauties)

Kok ada rasa Bali-nya?

Di Hainan ada Desa Bali yang mayoritas penghuninya adalah warga Tionghoa dari Indonesia. Keren yaa~ Semacam Program Pertukaran Desa Antar Negara. Kampung China pun ada dimana-mana termasuk di Indonesia, tapi dinamakan Kampung China/China Town karena memang penduduknya adalah Chinese. Nah kalau yang di Hainan ini, dinamakan Desa Bali karena printilan-printilan serta bangunan-bangunan di dalamnya yang bernuansa kental Bali~

Well, seusai mengunjungi Desa Bali ini nantinya, aku sudah bisa bilang "yes" tiap kalau ada yang nanya "Sudah pernah ke Bali belum?" 

(Image source: Kaskus)

Jadi, buat kalian yang lagi galau memilih antara mau ke Hawaii atau ke Bali, atau (aku) yang sedang bermuram durja karena belum pernah pergi ke keduanya, tapi extremely ingin ke Hawaii dan Bali secara bersamaan(?), bertolak ke Hainan adalah pilihan yang paling cerdas, dewasa dan bijaksana. 

Mengapa? 

1) Pemandangannya beda tipis, setipis kertas. 
2) Lebih hemat!

Di bawah ini adalah list harga Paket Tour ke Hainan di website HIS Travel. Kalau bisa memilih, aku mau berlibur ke Hainan dengan gratis  ikut tur yang 6D/4N Hot Hainan. Super lengkap dan terjangkau! Juga tentu saja terasa lebih murah lagi jika dibandingkan dengan harga tiket pesawat ke Hawaii~

Yuk langsung buka website HIS Travel dan segera pesan paket tournya sebelum pada full booked! Ada Paket Tour China dan Jepang juga loh <3


Next~

3. Terjun ke Dunia Perfileman di Movie Town

Aku tidak pernah bermimpi untuk bisa masuk TV, maunya masuk ke Film saja~

Di Haikou, ibu kota provinsi Hainan, ada sebuah kota buatan yang merupakan studio film dan televisi raksasa bernuansa 1940an. Kota yang kini menjadi daya tarik wisatawan ini dikembangkan oleh seorang sutradara tersohor, Feng Xiaogang bersama Mission Hills Group dan Huayi Brothers Media, dinamakan Feng Xiaogang Movie Town. Disana kita bisa syuting-syutingan, berselfie ria sambil senyum-senyum vintage, jalan-jalan cantik laksana putri kerajaan, atau lari-larian ala dikejar pasukan berkuda. 

Semuanya terlihat real, tetapi seolah sedang berada dalam kehidupan di layar kaca. Kalau aku terjerembab(?) disana, mungkinkah yang akan datang menolongku adalah seorang pangeran tamfan? Atau... Apakah sebenarnya aku adalah Putri Huan Zu? Hmm... Mungkin itu akan menjadi misteri selamanya~

(Image source: Bonvoyaghe)

Nanti kalau sudah sampai disana, fix aku mau bikin vlog. Udah pergi ke beberapa negara tetapi selalu tidak sempat nge-vlog. Kemudian take foto sebanyak-banyaknya buat bahan tulisan di blog, biar tidak usah pakai foto-foto dari blog orang lagi~ Aaaaak... Mauuuuu!


4. Kulineran Nasi Ayam Hainan ORI~

Salah satu misi yang wajib terlaksana di Hainan adalah, aku ingin memakan Nasi Ayam Hainan untuk pertama kalinya dalam sejarah perkulineran hidupku, di Hainan. Aku sudah lama mendambakan sensasi kenikmatan daging ayam (seperti di gambar ini) dengan keempukannya yang hakiki, menari-nari di dalam mulutku.

(Image source: Kitchen9)

5. Bye bye Plastik! Welcome Termos Ajaib~

Kalau selama ini aku selalu membawa tumbler kemana-mana, mungkin setelah pulang dari Hainan, aku akan menjelma menjadi seorang wanita berkalung termos. Eittt~ jangan berburuk sangka dulu! Menurut informasi yang aku temukan di website HIS Travel, katanya, kita bisa membeli sebuah termos yang mampu mengubah air menjadi sehat di Bamboo Charcoal Shopping. Wow! Ini angin segar bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalau ngga berat, nanti aku buka jastip yaa. xD

(Image source: Meitzeu)

Selain itu, kita juga bisa menemukan alat-alat kesehatan lainnya, serta obat-obatan China yang sudah mendunia terkenal akan ke-mujarab-annya. Jadi, selain beli termos, aku juga mau belanja obat anti alergi seafood, obat asam urat buat Papa, obat pegal-pegal buat Mama, ramuan awet muda, obat pendeteksi kasih sayang palsu, obat penawar rasa rindu, dan obat herbal ajaib lainnya~ KALAU ADA.


Nah, jadi itulah 5 poin favoritku beserta cabang-cabangnya yang wajib aku tuntaskan di Hainan suatu hari nanti. Cukup menggiurkan bukan? Masih ada waktu satu minggu lagi jika kalian ingin mendapat kesempatan untuk Liburan ke Hainan bareng HIS Travel, gratis! Wanna join? Klik banner di bawah ini yaa~

#HotHainan BloggerCompetition

Semoga tulisan ini bisa menjadi kabar baik yang mewarnai hari-hari kalian kedepannya~ Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Thanks for reading!

Wassalam~
Thursday, 28 March 2013

"Buku Pertamaku" untuk Indonesia

Bahagia, bangga, gembira~~

Beberapa kali menang kompetisi blog nasional memang telah menjadi prestasi lahir bathin tersendiri buat aku pribadi. Bukan semata-mata karena mau dapat hadiahnya, tapi emang karena aku ga ada kerjaan sangat suka menulis dan mempelajari hal-hal baru demi menambah wawasan. yes!

Adalah suatu kejutan ketika tahu tulisanku yang berjudul Ayat-Ayat Batik (terinspirasi dari film Ayat-Ayat Cinta) TERPILIH menjadi salah satu pemenang Lomba Blog Paling Indonesia 2012 yang digelar oleh Komunitas Blogger Makassar dan Telkomsel. Selain aku dapat hadiah berupa kucuran pulsa Telkomsel untuk nelpon setahun nonstop kwkw, ternyata oh tenyata... 21 karya terbaik diterbitkan jadi buku!!! Senang banget~


Judul bukunya menggetarkan aras!

Indonesia, Sampai Akhir Menutup Mata 

Karena tulisanku masuk 10 besar (urutan ke-6), Namaku menjadi salah satu nama yang terpajang di covernya. *huaa pengen nangis jingkrak-jingkrak kwkw

Buku ini berisi kumpulan cerita-cerita tentang Indonesia, mulai dari keindahan alam, kuliner hingga ragam budaya Indonesia lainnya. Menurut informasi yang aku dapat, buku Indonesia, Sampai Akhir Menutup Mata ini dibagikan gratis kepada publik, dengan harapan agar bisa dinikmati oleh seluruh khalayak umum. 


Dan bangga banget karena, hobi ngeblog yang bermula dari kekukeran ini, serta modal kecintaanku terhadap Indonesia dan Batik, aku jadi bisa berkontribusi dalam "Persembahan Kecil" ini. Melalui Buku Paling Indonesia, untuk Indonesia. 

Akhir kata... Terima kasih yang sebesar-besarnya aku ucapkan kepada Komunitas Blogger Makassar dan Telkomsel atas apresiasinya kepada kami, Para Penulis Blog :)


Ada yang sudah punya bukunya? :D
Thursday, 19 July 2012

Meramu Teknologi Digital untuk Wajah Merah Putih

Suatu hari dalam sebuah selingan waktu, entah itu saat menantikan battrei kameraku tercharge penuh, 
atau ketika menunggu batangan berwarna hijau menjalar tak pasti untuk 100% yang kunantikan di depan monitor,
atau sesaat setelah merasakan kepuasan akan kesuksesan mendownload file bergiga-giga setelah enam kali expired.

Aku berfikir.
Apa yang akan terjadi jika semua teknologi digital itu tidak pernah ada ?
Apa yang akan aku lakukan hari ini agar tidak perlu mengais-ngais harta karun di hari esok, seperti kemarin?

Tanpa komputer, kamera, telepon genggam, jejaring sosial, internet. dan sebagainya
mungkin aku hanya akan menjadi pembuat kapak genggam dari batu lalu bergegas tidur pada malam hari tanpa pernah berfikir untuk mengupdate status terlebih dahulu di dunia maya.

Apa itu mengupdate status?
Dimana itu dunia maya?

Lalu apa yang akan terjadi pada dunia ? 

Dan bagaimana dengan negaraku, Indonesia ?


Yah, itu pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terlontarkan dari mulut siapapun karena telah didahului oleh kehadiran jawabannya sendiri.

Mungkin tidak perlu terlalu jauh meraba-raba mundur dalam pengandaian. 
Semua telah terjadi dengan rapi, dan teknologi itu adalah benar-benar ada.

Oleh karena itu marilah kita sejenak menundukkan kepala untuk mereka-mereka Sang Penemu Teknologi yang telah mendahului kita.
Setelah itu mari kita bersama-sama berdiri dan bertepuk tangan bangga meriah untuk Sang Otak-otak Digital yang masih berkiprah di bumi teknologi sampai sekarang ini.
Terima kasih.

Baiklah.

Indonesia adalah negara yang mayoritas masyarakatnya tidak pernah duduk diam dari tebaran teknologi-teknologi terkini yang kian marak diluncurkan.
Bermain-main di dalam era persaingan produk teknologi, melahirkan banyak pilihan di tengah-tengah kebutuhan dan keinginan masyarakat.
Pesona Teknologi digital seolah menjamur, tak terkendali, menarik perhatian, mengalihkan zaman, dan mengubah gaya hidup.
Aroma teknologi seakan telah menjadi pemeran utama dalam setiap ruang gerak manusia. 
Teknologi telah menjadi penunjang primer masa depan. 
Dan jujur, 
teknologi digital telah menjadi pengganti makan siangku selama ini.

Peranan teknologi digital untuk Indonesia dan seisinya memang tidak main-main jika dipandang dari sisi manapun di era ini.
Namun layaknya parfum yang harum semerbak, jika disemprotkan semena-mena dan sesuka hati bahkan pada sesuatu yang tepat sekalipun, jangankan hidung yang memang berperan mencium aromanya, 
mata, telinga dan akal sehat pun akan turut terganggu akan aroma yang entah bagaimana ceritanya sehingga dapat turut terlihat dan terdengar.

Yah, menghancurkan makna kata dan berargumen Ngawur-berkelas memang telah menjadi warnaku sebagai pecandu teknologi digital kelas blogger.


Kembali ke topik, 


Sesungguhnya teknologi digital telah menyerbu ganas ke negeri ini.
Serangan berupa kecanggihan, kemudahan, dan kemewahan yang diformulasikan menjadi seolah keajaiban.
Tanpa mendigitalkan otak dalam penggunaannya, bisa saja teknologi yang agung akan berakhir seperti botol parfum yang kosong.

Sekedar menggunakan teknologi sangat berbeda maknanya dengan memanfaatkan teknologi.
Menghirup manfaaat teknologi pun bukan serta merta berarti telah memanfaatkan teknologi.

Setiap orang bisa menggunakan teknologi, tetapi tidak semua bisa memanfaatkannya.
Siapapun bisa memamerkan kecanggihan teknologi dalam genggamannya, tetapi tidak semua orang bisa meramu teknologi digital itu seperti :

Menciptakan sesuatu yang berguna untuk Indonesia,

dan

Menghancurkan sesuatu yang menghancurkan Indonesia.



Menciptakan sesuatu ?
Yap ! 
Rasanya melahirkan karya dengan difasilitasi teknologi yang telah lengkap dan tersedia, 
jauh lebih mudah dari pada harus membayangkan perjuangan para penemu yang menyusun elemen suatu teknologi dari tidak ada menjadi ada.

Walaupun Indonesia belum menceburkan diri ke dalam lautan penemu-penemu teknologi digital handal yang diakui dunia,
tidak dapat dipungkiri bahwa sudah banyak anak-anak negeri yang telah berhasil membuat Indonesia maju selangkah lewat idenya.

Salah satu contoh semesta digital yang sangat populer ciptaan seorang Bapak satu tanah air, Kristupa Saragih yaitu website 9Fotografernet.

Ramuan ide yang dituangkan ke dalam loyang digital ini merupakan gambaran nyata akan keberadaan jiwa-jiwa fotografer Indonesia yang tidak kalah dengan mereka-mereka yang se-profesi di negara lain.
Persaingan dan kekompakan terjalin secara nasionalisme dalam wadah fotografi itu. 
Hasil karya dengan masing-masing keunikannya terpampang mengagumkan, mengesankan, dan dapat mengangkat nama Indonesia dalam bidang seni dan artistik di mata dunia.

Indonesia harus bangga, dan tentu saja ini dapat dijadikan sebagai motivasi bagi para generasi muda untuk lebih serius dalam berkarya.


"Berhenti bermain-main, dan karyamu akan dikenal"


Teknologi Digital terlalu mengglobal untuk sekedar diselipkan ke dalam saku.
Dalam sekali gerakan klik dapat mengantar penggunanya seolah telah berada di belahan dunia lain.
Untuk memperoleh Ilmu pengetahuan, informasi, berita, hiburan dan apapun tidak perlu lagi ditukarkan dengan waktu, keringat, dan air mata.

Semuanya instan, peka, namun tidak selamanya berbuah positif.


Menghancurkan sesuatu yang menghancurkan Indonesia, merupakan terobosan yang mengharukan bagi Indonesia dewasa ini.

Bagaimana tidak?
Sesak rasanya jika lagi-lagi terdengar kasus akan pelanggaran undang-undang jejaring sosial lewat internet yang tidak lucu dan menarik mundur pamor Negara Tercinta.
Kesalahan otak pada penggunanya tidak bisa dibiarkan dan dimaafkan begitu saja. 
Mereka harus dijebloskan ke dalam penjara.

Iya! tentu saja memenjarakan penyalahpengguna teknologi digital bukan penyiratan akan kalimat "Menghancurkan sesuatu yang menghancurkan Indonesia" yang aku maksud.
Terkadang menulis melibatkan emosi akan kenyataan. :D

Memegang kemudi pencegahan terjadinya penyalahgunaan teknologi digital adalah salah satu jenis usaha memanfaatkan teknologi digital itu sendiri.
Semua orang dapat mengemudikannya, dan tentu saja dengan cara membuka mata, hati, serta mata hati masing-masing individu. Renungkanlah!

Membunuh keinginan berbelok ke arah negatif atas kesenangan yang entah datang dari mana, berhati-hati, serta pintar-pintar menggunakan teknologi akan menjauhkan kita dan Negeri ini dari kelumpuhan akan serbuan ganas teknologi digital.

Indonesia TIDAK PERLU menanggung malu, menggoyahkan kepercayaan pada eksistensi Pusat Teknologi negara, dan mencederai kebanggaan para pengguna sehat akan teknologi digital.

Manfaatkanlah teknologi digital dengan kiblat menuju Indonesia yang lebih maju, menjadi negara yang disegani dunia, negara yang kreatif, negara yang berkesan, negara terbaik!

Indonesia tersusun atas otak-otak digital penerus dunia, tangan-tangan kreatif, dan roh semangat 45 yang selamanya berkobar.
Dengan teknologi dalam genggaman, kenapa tidak ?

Masih banyak cara meramu teknologi digital untuk tetap memerah putihkan Indonesia kita.
Aku sebagai generasi muda yang dengan percaya dirinya mengaku pantang menyerah dan pekerja keras selalu berusaha agar senantiasa mengonsumsi teknologi digital tetap pada jalur khatulistiwa.

Di tengah kesibukan duniawi yang mendalam, berbekal keinginan menulis serta optimis akan kemenangan membuatku bertahan sebagai blogger dan kerap kali meraih prestasi.



Teknologi digital yang satu ini memang tidak bisa dipisahkan dari tunas-tunas penulis berbakat Tanah Air untuk tetap mempositifkan talenta yang meluap-luap.

Aku bangga menjadi bagian dari Blogger Nusantara.

Selain itu, menemukan jati diri sebagai fotografer di dunia nyata membuatku tidak kalah kreatifnya dalam mengolah teknologi digital menjadi lebih berarti. Media facebook yang seyogyanya bukan tempat pencurahan kegalauan, amarah dan basa basi berhasil kuramu menjadi sebuah wadah pengukir hasil karya yang memang berniat ku perkenalkan pada dunia.

Aku ingin memaksimalkan manfaat teknologi digital yang semasa kecil tidak pernah kuduga akan kutemui lalu menyatu denganku di usia ini.

Semoga semua generasi muda Indonesia berpikiran yang sama dengan tulisanku, bersemangat, lalu melakukan yang terbaik. 

Ayo menguasai teknologi! bukan dikuasai teknologi.


Jadi, sudah siap meramu teknologi digital ?
Friday, 29 June 2012

Ayat-ayat Batik

Untuk seuntai kain gelap, kuno nan lusuh

dulu,

Tak pernah mencarimu
Tak pernah berpikir untuk memilikimu
Selalu ada di tiap sudut rumah
Sering dikenakan ayah 
Bangga menempatkanmu di pilihan terakhir

menolakmu,
menghapusmu...

...


Yah, itu dulu.

Kini beri maaf untuk masa kecilku yang lugu
Beri kesempatan untuk mendengarkan nyanyian coretan indahmu
Beri aku daya untuk menghirup pesan dalam setiap goresan untaianmu
Beri aku rasa untuk dapat mengerti bahasa di setiap kelok corak bisumu


oh, Batik.


Syair sederhana untuk sebuah harta sakral tanah air warisan dunia.

Jika ada pertanyaan tentang hal yang paling melekat dengan Negaraku, 
dengan kenyataan akan Indonesia kian memancarkan kekayaan serta ciri khas elok yang beragam dan berbeda-beda dalam satu kesatuan, 
tanpa membuang waktu untuk sekedar bernapas, Aku akan menjawab,

Batik adalah cerminan Indonesia
Batik adalah warna Indonesia
Batik adalah roh Indonesia 

Mungkinkah seseorang bisa mengambil bayanganmu dalam cermin? 

Atau merebut warnamu ? 

Atau mungkinkah seseorang berhasil mencuri rohmu ?

Adegan film laga yang cukup seru dalam jejeran tontonan yang menjenuhkan.


Berhenti membayangkan karisma perangko dan amplop yang selama ini menjadi simbol suatu kelekatan.
Tidak seperti kedua benda itu, sekeras apapun kau mencabik batik, mengoyak Indonesia, keduanya takkan pernah bisa dipisahkan.

Batik merupakan salah satu saksi sejarah Indonesia yang menimbun banyak cerita.

Di masa lampau, perempuan-perempuan Jawa telah menerapkan bermain-main dengan motif menawan itu sebagai mata pencaharian.
Merupakan suatu profesi mengagumkan pada zaman dimana hidup dan bekerja sebagai pembuat pakaian untuk kalangan bangsawan.

Dengan menggunakan alat tulis batik tradisional yang disebut canting, cairan lilin panas (malam) ditorehkan lihai di atas kain putih berbahan kapas yang dinamakan kain mori.



Seiring berkembangnya zaman dan pemikiran masyarakat, maka tumbuhlah di tengah-tengah mereka teknik membuat batik dengan cara dicap.

Kerajinan batik cap menggunakan alat stempel yang berbahan dasar tembaga.
Teknik ini tidak lain adalah gerbang dimana kaum adam memasuki tahap kelaziman untuk turut menjadi pengrajin batik.



Batik tulis yang tadinya dibuat dengan ekstra menjiwai dan berhati-hati penuh selama kurun waktu 2-3 bulan, teknik Batik cap hanya menghabiskan kurang lebih 2-3 hari untuk proses pembuatannya.

Terkesan sederhana dan mudah, namun tidak serta merta siapapun dapat membuatnya dengan baik dan benar.
Mencap batik tidak dapat diselesaikan dengan proses kilat, secepat lilin panas berpijak pada kain.

Diperlukan peralatan-peralatan khusus,
langkah-langkah yang harus dihinggapi lalu dilewati,
dan tentu saja ketelitian dan ketekunan oleh sang pengrajin.

Cara pembuatannya diawali dengan tahap membuat desain batik yang diinginkan, lalu diikuti dengan pembuatan pola stempel yang akan digunakan, tentu saja dengan model yang sama.

Kemudian perlengkapan cap di atas kain dengan aturan lapisan yang terdiri atas plastik, busa basah, kertas semen, dan kertas mika di atas meja khusus.

Tahap berikutnya adalah menyiapkan wajan datar di atas kompor menyala untuk mencairkan malam dengan cara dipanaskan.

Lalu sampailah pada tahap dimana diperlukan keterampilan dan konsentrasi, yaitu mencelupkan stempel tembaga ke dalam cairan malam, lalu mencapkannya dengan posisi sempurna di atas kain yang telah direbahkan di atas meja.

Selanjutnya kain bermotif yang baru saja dicap, dimasukkan ke dalam bak berisi cairan pewarna. Tahap pewarnaan ini dilakukan dengan cara mengaduk-aduk kain yang direndam sampai pewarna terserap dan merata pada kain, setelah itu kain diangkat dan diangin-anginkan sampai kering.

Setelah tahap pengeringan selesai, pengrajin mencelupkan dan mengaduk-aduk kain ke dalam air mendidih yang telah dicampur zat khusus penghilang lilin. Proses ini disebut Pelorodan yang bertujuan untuk mengangkat malam yang tadi telah dicapkan pada kain.
Setelah selesai, kain dibilas hingga bersih dan dijemur.


Itu sedikit ulasan lengkap tentang bagaimana kronologi perjalanan seuntai kain hingga terbatik.

Konon batik mengandung unsur misteri dalam setiap pembuatannya, dan selalu menampakkan kejutan demi kejutan jika telah berhasil diselesaikan dengan sempurna.

Seraya semakin bertumbuhnya kreatifitas, kain yang digunakan sudah mulai beraneka ragam, seperti kain poliester, rayon, sutera dan bahan sintetis lainnya.

Selain itu, batik yang mulanya hanya sebatas tradisi turun temurun, kian mulai tersebar. 
Si pemakai batik makin merakyat dan tidak lagi hanya dipakai oleh kalangan berada dan pemerintah di masa itu.

Namun siapapun yang mengenakan kain batik, akan selalu ada kesan unik tersendiri.
Keterampilan yang mereka miliki mampu melahirkan seni kerajinan tangan yang bukan hanya sekedar sketsa bola-bola atau kembang dengan dedaunan di antara tangkainya, melainkan seni yang memiliki nilai spiritual tinggi.


Setiap motif batik menyiratkan makna.

canting yang menari-nari di atas kain tiap lekuknya adalah jiwa dan keyakinan dari si penulis batik.

Jejak stempel tembaga yang dicapkan pada kain merupakan lambang perasaan yang kian mewakili suara hati sang pebatik.

Memaknai batik berarti menghanyutkan diri kedalam motif-motifnya yang dramatis.
Merasakan hawa spiritualnya, dan mendengarkan pesan merdu yang tersirat dalam setiap alunan coraknya.

Bukan hanya sekedar mengenakan dan melepasnya kemudian disimpan rapi,  memaknai batik adalah menghirup seni pengabdian dan perjalanan hidup di atas coretan-coretan halus.


Pada masa sekarang ini di seluruh wilayah Indonesia, semua kalangan telah tersentuh oleh aroma batik.

Ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dari Indonesia oleh UNESCO sejak tanggal 2 Oktober 2009 adalah bukti nyata akan ikatan sakral antara Indonesia dan Batik yang mustahil untuk terklaim-lain-kan.

Corak batik juga sudah tidak dibatasi dalam kerangka pola pakaian saja.
Otak-otak kreatif menyulap mereka dalam wujud kreasi yang berdaya nilai tinggi.




Batik seolah tersenyum.

Melihat marak dan berkembangnya pengrajin batik seolah hembusan angin yang meniupkan getar jiwa.

Melihat pemimpin-pemimpin negara mengenakan batik adalah pemandangan membanggakan yang tak terpatahkan.

Melihat masyarakat se-tanah air melestarikan batik di setiap raga mereka adalah hamparan sinar hangat yang tak akan pernah mati.

Dan kata Ayah, melihatku mengenakan batik adalah cahaya malaikat kecil dalam balutan kedewasaan.


ehm, sedikit dramatisasi ceritaku bersama batik,

Aku Nuna, anak perempuan dari ayah dan ibuku.
Aku adalah anak perempuan yang seharusnya telah berpenampakan sebagai seorang wanita.
Yah, awal tahun ini umur ku genap 20 tahun.
Penampilan kekanak-kanakan membuatku bahagia
Sangat bahagia!
Sampai suatu saat aku terjebak pada sebuah perasaan dimana semua terasa tidak sesuai lagi.
Semua seolah meninggalkanku.
Tersesat dalam waktu dan berpikir akan ketidakbahagiaan yang tentunya akan melanda di suatu masa ketika aku telah berwujud nenek-nenek dan, masih kekanak-kanakan.

Ironis sekali!

Mengenakan pakaian apapun tidak kunjung menampakkan sisi kedewasaan yang membanggakan dalam diriku.

Gaya berpakaian sehari-hariku yang mengusung kaos gombrang terkesan acuh dan cenderung menggembel.
Memakai baju nona hanya membangkitkan pujian lucu dan mungil terlontar seperti rudal kepadaku.
Mengenakan pakaian pesta hanya mengundang ilusi akan riak kemeriahan suatu karnaval dan kemudian ricuh lalu terhambur mengenaskan.

Suatu ketika terlintas di benakku untuk memakai jas ayah, berharap aku terlihat dewasa dan riwayat Nuna kekanak-kanakan segera musnah.

Tanpa berniat untuk benar-benar mengenakan jas itu, kujalani hari-hariku dalam pencarian akan jati diri.
Tak disangka, aku dipertemukan dengan sebuah hari dimana aku harus memakai kemeja batik. 
Pilihanku tertuju pada kemeja coklat bercorak ini, dan... 

Semuanya berubah.

Aku terlihat berbeda.
Sederhana, rapi, sopan, dan memancarkan aura wanita Indonesia.
Aku suka!
Teman-temanku menganga tak kalah dramatisnya dengan cerita nyata ini.

Bergetar rasanya saat merasakan alir darah Indonesia dalam ragaku.

Aku ingin meluapkan kebanggaan ini dengan menceburkan hasrat ke dalam timbahan canting dan menulis motif-motif indah, lalu meniupkannya jiwa.


Bukankah hebat bisa merasakan berada di tengah-tengah kekentalan spiritual batik buatan tangan?

Bukan batik-batikan instan di masa kini yang hanya mengandalkan mesin percetakan sablon, kemudian dalam sekejap selesai selusin. BUKAN!


Tapi batik dengan jiwa dan kekuatan hati di dalammnya.
Batik yang selama ini membangun dan menjadi roh Indonesia.
Batik yang tanpa disentuh perkembangan teknologi pun, akan hidup selamanya.
Batik yang menyiratkan makna, menyisipkan pesan, dan melantungkan nyanyiannya.



suara batik ?


Yah, dan aku sangat ingin mendengarnya.



sumber referensi :
wikipedia.com
kratonpedia.com
penjahitkebaya.com
dan dari berbagai media lainnya.
Wednesday, 4 May 2011

Aku dan Pocari Sweat, Tidak Terpisahkan !

Salam Pocarian,

Aku menulis ini sambil membayangkan rasa khas Pocari Sweat mengalir di tenggorokanku, sembari menyusun sebuah rencana rahasia.

Aku adalah seorang atlit karate. Walaupun tidak begitu handal, tetapi aku sangat menghargai yang namanya peraturan. Namun siapa yang bisa disalahkan, kalau peraturan itu kadangkala terbagi menjadi dua jenis, ada yang untuk dipatuhi, dan ada yang kira-kira seperti berikut:

Salah satu peraturan tragis yaitu larangan meminum minuman dingin adalah hal yang sudah sangat membosankan untuk sekedar aku patuhi. Maka dari itu, untuk menjamim semuanya akan baik-baik saja tanpa harus ada air mata yang dikorbankan, setelah menulis ini,  aku berencana secara diam-diam, mengendap-endap, membuka pintu dengan ekstra pelan-pelan, berlari keluar secepat mungkin, dan setibanya di sebuah warung sebelah, aku akan membeli sebotol Pocari Sweat "dingin" dengan uang yang seharusnya kugunakan membeli pulsa. 

Setelah mendapatkannya, akan kurentangkan jaring ala spiderman dari pergelangan tanganku, kemudian kuarahkan ke jendela kamarku, dan dengan cepat aku melompat "gagal" kedalam kamarku. Tanpa menghiraukan lututku yang mungkin telah menangis cabai, akan kutenggak sebotol Pocari Sweat itu habis-habisan. Yay !


Sebahagian kecil dari coretan dramatisasi diatas adalah hal-hal yang aku dapatkan setelah kini mengetahui kisah perjalanan panjang Pocari Sweat.

Sekitar 6 tahun yang lalu, aku membeli Pocari Sweat untuk pertama kalinya,
kutemukan dia dalam keadaan yang sempurna!
Kaleng agak berat berwarna biru cerah terkesan membuatku merasa haus, dan semakin haus.

Namun siapa sangka!

Pocari Sweat yang telah diracik dengan susah payah oleh seorang peneliti bernama Takaichi, adalah minuman yang awalnya dinilai "tidak enak".
Pocari Sweat yang telah memakan waktu bertahun-tahun dalam penyempurnaan pembuatannya, adalah minuman yang pada hari pertama perkenalannya "ditolak mentah-mentah".
Pocari Sweat yang saat ini tengah menjadi minuman idola di 16 Negara di dunia, ternyata dulunya adalah minuman yang dibagikan "GRATIS" selama satu tahun!

Akihiko Otsuka, Presiden Direktur perusahaan pada saat itu tengah dilanda kerugian yang amat besar.
Namun Otsuka dengan keyakinannya yang kuat, tetap teguh untuk mewujudkan keinginannya menciptakan sebuah minuman kesehatan yang belum pernah ada.
Sebuah keyakinan yang tidak terpatahkan oleh kegagalan demi kegagalan yang menimpanya.
Keputusan-keputusannya yang bijaksana seakan menutupi ratusan milyar uang yang begitu saja mengalir ke dalam daftar kerugian perusahaan.

Dan apa yang mereka dapatkan di tahun-tahun kemudian?

Ini bagian kedua yang paling aku suka dalam kisah itu.
Sesaat karyawan-karyawan Pabrik Otsuka Pharmaceutical pasrah melihat daftar tingkat penjualan Pocari Sweat yang sama datarnya dengan tahun lalu.
Dan tak disangka telepon yang berdering kemudian adalah dari para pelaku penolakan terhadap minuman Pocari Sweat yang dengan lancang mengadukan bahwa mereka telah kehabisan stok Pocari Sweat di tokonya.

Sejenak aku terharu, tetapi sebagai Pocarian senior, hatiku berkecamuk!

Apa-apaan ini? bukannya kalian menganggap Pocari Sweat adalah minuman aneh? 
Memvonisnya sebagai minuman tak layak minum tanpa memberikan kesempatan satu kata pun dari kaleng imut tak berdosa itu untuk membela diri?

Yahh.. Walau demikian, aku turut bahagia!
Terjawablah sudah keyakinan Akihiko Otsuka. Serta dua peneliti paling berjasa Rokuro Harima dan Akihisa Takaichi.
Keringat yang telah mereka keluarkan akhirnya tergantikan oleh hasil yang bukan hanya sekedar pengganti ion tubuh.
Kesuksesan akan sekaleng minuman pahit yang dinetralisir entah buah jeruk jenis apa, telah ada dalam genggaman mereka.
Pocari Sweat oh Pocari Sweat.

Seandainya saja aku adalah salah satu tokoh dalam pencetus Pocari Sweat, baik itu asisten peneliti, atau anak angkat dari Akihiko Otsuka? cleaning service, tukang benerin bohlam atau peran apapun yang cocok untukku dalam kisah itu, aku akan ikut berpartisipasi penuh! 

Memperjuangkan Pocari Sweat! Sampai titik keringat penghabisan!

Karakter luar biasa manusia-manusia Jepang yang pantang menyerah, membuatku seakan-akan tak ingin ketinggalan untuk ambil bagian dalam kisah yang mengharukan itu.

Mungkin satu-satunya cara adalah dengan membeli Pocari Sweat, dan meminumnya. Kemudian dengan hati dan wajah yang senang, kuhadapkan wajahku ke langit dan membentangkan tanganku dengan bebas,
sambil berteriak "POCARI SWEEAAAAAAAAAAATTT, FOREVEEEEERRR yeaaahhhhhh pocari pocari sweet deh !! Ipaaaaaad (???)!"

Aku masih ingat betul saat meminum Pocari Sweat untuk pertama kalinya.
Dengan keadaan lelah luar biasa, keteguk perlahan dan, Subhanallah...

Menurutku, "Rasanya aneh, tapi enak dan segar"
sama seperti yang dikatakan orang-orang Tokushima saat menerima Pocari Sweat gratis dalam keadaan berkeringat dan haus.

Mereka haus ! Mereka meminum Pocari Sweat, dan menyukai Pocari Sweat!! Ini bagian yang paling aku suka dalam History of Pocari Sweat.




Senang rasanya bisa mengetahui  sejarah panjang Pocari Sweat.

Meminumnya bukan hanya sekedar untuk menghilangkan haus, tapi  bagaimana kita belajar untuk memahami “maksud  rasa”  dari air yang terlihat keruh dan tidak manis itu.

Meminumnya bukan juga untuk sekedar merasa puas akan kesegaran, tetapi  melihat dan merasakan manfaat Cairan Pengganti  Ion Tubuh Pocari Sweat terhadap kesehatan tubuh kita.

Mulai sekarang Aku dan Pocari Sweat tidak terpisahkan

Aku terlarut dalam kisahnya, demikian pula Pocari Sweat juga akan menjadi bagian dari hari-hariku.
Dalam keadaan apapun akan selalu bersama.

Haus maupun sedang dalam keadaan tidak haus sedikitpun, Pocari Sweat akan tetap ada di dalam tasku.

Tidak ada hubungannya dengan “menghargai peraturan”  dalam keadaaan  dingin maupun tidak dingin,  Pocari Sweat tetap IS THE BEST!


Saatnya menjalankan rencana, 


MEMBELI POCARI SWEAT !!


Tapi yaaa, mungkin akan ada sedikit perubahan strategi, kali ini lebih sederhana dan ada baiknya kalau dapat diterima nalar oleh semua Pocarian.

Setelah menulis ini,  aku berencana pergi ke warung sebelah, membeli sebotol Pocari Sweat “Dingin” :D kemudian kembali ke rumah melewati pintu yang udah Papa sediakan sejak rumah ini berdiri, melesat ke kamar, dan mengambil gambar.


 

Oia, sambil mikirin penutup posting yang bagus, aku ada lagu nih buat Pocari Sweat. Nadanya terserah ama yang nyanyi, Hihi

ou yeah .. pocari pocari 
always Pocari Sweat ..
if you're tired ..
if you're thirsty ..
if you're sweaty .. of course Pocari Sweat ..
na na na ... cu du cudut du du du
pam param yeah .. het het
if you're sad ..
if you're bored ..
if you're broken heart ..
don't hesitate ..
Pocari Sweat is the right choice ..
yeah .. ou ooooooo ....
pocari pocari oh .. Pocari Sweat forever ..


Yah, itulah persembahan kecilku untuk Pocari Sweat.
sebuah lagu ekspresi hati yang terlalu ceria.


Walaupun ini bukan penutup posting yang sibuk kufikirkan dari tadi,

mungkin sekian :D

Postingan ini rasanya terlalu indah (lho?) untuk segera diakhiri,
tapi kalo gak aku tutup sekarang, kapan disubmit ke Blog Competitionnya? hahaha!


Arigatou Gozaimasu :) 


I'm happy to be a part of Pocari Sweat...


GO ION !
 

Custom Post Signature